Iklan

Jangan Menyerah! Berjuanglah Sampai Hinaan itu Berubah Jadi Tepuk Tangan

02 Maret, 2020, 07.29 WIB Last Updated 2020-03-02T14:39:59Z
Ilustrasi
SAAT kita terpuruk, kita menjadi tahu mana teman, mana sahabat. Saat kita gagal, kita jadi tahu mana yang peduli, mana yang hanya singgah dalam senang. Saat kita tidak punya apa-apa, kita jadi tahu mana yang tulus, mana yang bulus.

Saat kamu sukses, kaya, dan lagi diatas dalam perjalanan kehidupan, semua orang akan memuji, semua orang akan menyanjung, bahkan mereka akan mengaku kalau mereka ikut berperan dalam suksesmu.

Tapi..saat kamu jatuh, pujian itu akan berubah jadi hinaan, sanjungan itu akan berubah jadi cacian. Semua orang tidak akan pernah menganggapmu ada! Percayalah!

Saat gagal semuanya menjadi gelap. Kamu akan ditinggalkan. Kamu seperti ilalang kering di padang tandus. Tapi saat gagal itulah Tuhan akan menunjukan siapa yang setia, siapa pengkhianat.

Saat-saat gagal itulah pilihan kita cuma ada dua; Menangislah sekeras mungkin. Berteriaklah selantang mungkin. Tidak apa-apa, tidak ada manusia hebat di dunia ini yang tidak pernah menangis dan berteriak karena gagal.

Menangis dan berteriak saat gagal, bukan karena kita lemah, kita hanya manusia biasa. Kita bukan malaikat. Tumpahkan semua kesedihanmu dalam setiap doa-doamu.

Bersujudlah, tapi jangan meminta supaya semua masalahmu jadi ringan. Tapi mintalah agar pundak kita kuat untuk memikul semua masalah yang kita hadapi. Ketahuilah, Tuhan menciptakan masalah selalu beserta solusinya.

Tapi setelah itu, kamu harus bangkit. Kamu harus jauh lebih hebat dari pada sebelumnya.
Kegagalan adalah guru terbaik yang akan mengajarkan kita untuk bangkit kembali dan mengetahui hal mana yang perlu kita hindari dikemudian hari.

Ketahuilah! Anak panah akan melesat jauh ke depan karena sebelumnya ditarik jauh ke belakang. Sama! Kesuksesan yang luar biasa pasti diraih setelah mengalami kegagalan yang teramat berat.

Kegagalan hanya akan di rasakan oleh orang-orang yang mau berjuang. Kegagalan tidak akan terjadi kepada orang-orang pemalas yang mengabdikan hidupnya hanya untuk menjadi benalu kehidupan.

Bangkitlah!!! Tapi ingat, saat kamu berjuang lagi. Berjuanglah bersama orang-orang yang mau sama-sama berjuang. Bukan dengan orang-orang yang hanya mau diperjuangkan.

Saatnya merubah hinaan menjadi pujian. Saatnya merubah cacian menjadi tepuk tangan. Saatnya mengembalikan apa yang sudah hilang. Kamu, Kita, Pasti Bisa!!!

Pada saat sukses itu hadir, datangi semua orang-orang yang menghinamu pada saat gagal. Datangi semua orang yang meninggalkanmu pada saat terpuruk.

Katakan kepada mereka. Terima kasih kawan karena dulu telah menghinaku. Setelah itu, pergilah dan do'akan mereka, karena sesungguhnya nikmat terbesar dalam hidup adalah ketika kita ikhlas mendoakan orang yang membenci dan menghina kita!!! [Sergap.id]
Komentar

Tampilkan

Terkini