-->

Iklan

Marak Virus Corona, Wedang Uwuh Solo Laris Manis

07 Maret, 2020, 23.55 WIB Last Updated 2020-03-07T16:55:03Z
Ramuan wedang uwuh. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

LINTAS ATJEH | SOLO - Merebaknya virus Corona atau COVID-19 di hampir seluruh belahan dunia, membuat masyarakat berlomba mencari penangkal. Empon-empon atau rempah-rempah seperti jahe, kunyit, temulawak dan serai diburu warga. Pedagang di sejumlah pasar tradisional Solo mengaku kewalahan memenuhi permintaan.

Tak hanya empon-empon atau bahan jamu yang diburu. Ramuan minuman seduh dari bahan-bahan tersebut juga menjadi sasaran pembeli. Salah satunya adalah 'Wedang Uwuh'. Wedang Uwuh adalah minuman dengan bahan-bahan yang berupa dedaunan mirip dengan sampah. Dalam bahasa Jawa, wedang berarti minuman, sedangkan uwuh berarti sampah.

Untuk meminumnya, satu saset ramuan 'Wedang Uwuh' diseduh dengan air mendidih ditambah gula batu. Kemudian disajikan dalam kondisi panas atau hangat dengan rasa manis dan pedas serta warna merah cerah dan aroma harum. Minuman tersebut sudah sejak lama dikonsumsi sebagian masyarakat, karena dipercaya bisa meningkatan stamina atau mengobati berbagai macam penyakit.

"Kalau hari biasa kemarin sehari 50 pack, isinya satu pack 10 saset. Sejak ada virus Corona ini, sehari permintaan bisa 100 sampai 200 pack mas," ujar Wahyuni, salah satu pedagang empon-empon di Pasar Gede Solo, saat ditemui merdeka.com, Sabtu (7/3).

Permintaan Wedang Uwuh, menurutnya, tak hanya dari Kota Solo, namun juga dari kota lainnya. Seperti Surabaya, Jakarta, serta sejumlah kota diluar pulau Jawa. Tingginya permintaan tersebut membuat dirinya kewalahan.

"Permintaannya sekarang banyak banget mas. Kita kewalahan, tidak mampu, tenaganya tidak ada, semua capek," katanya.

Terkait harga, Wahyuni mengaku tidak berani menaikkan tinggi. Kenaikan hanya sekitar Rp. 5.000 per pack. Jika biasanya per pack dibandrol Rp. 25.000 kini naik menjadi Rp. 30.000 hingga Rp. 35.000.

Widati (61), pedagang lainnya mengaku sudah kecapaian meladeni permintaan pembeli maupun pengecer. Menurutnya, ada sekitar 12 racikan empon-empon dalam bentuk seduh yang ia jual. Diantaranya, Wedang Dewa, Purwaceng, Wedang Alang-alang, Wedang Sean, Wedang Kelor, Jahe Serai, Kunir Asem, Jahe Kencur Jeruk Nipis, Wedang Uwuh dan lainnya. Dari berbagai jenis racikan tersebut, racikan temulawak dan Wedang Uwuh paling dicari pembeli.

"Saya sampai ga sempat meracik, sampai telat-telat. Sudah capek semua mas, pegawainya juga capek semua. Sehari 100 pack, kadang lebih. Yang paling banyak dicari ya racikan temulawak dan Wedang Uwuh," katanya.

Meskipun harga bahan empon-empon mengalami kenaikan, Widati mengaku tidak berani menaikkan harga jamu racikannya. Ia tidak mau dianggap mengambil keuntungan disaat orang membutuhkan.

Heru Yunianto (45), Warga Benowo, Surabaya mengaku sering mencari racikan Wedang Uwuh di Pasar Gede Solo. Selain dikonsumsi sendiri, racikan tersebut juga dibeli untuk buah tangan tetangga dan kerabat di Surabaya. Ia percaya racikan jamu Jawa dari Solo bisa meningkatan stamina atau menghangatkan badan. Sehingga tidak mudah terserang penyakit termasuk virus corona.

"Beli banyak ini, 10 pack, buat oleh-oleh tetangga. Mereka banyak yang nitip juga, katanya buat cegah Corona. Saya kalau main ke Solo atau Yogya biasanya beli. Ini agak banyak, banyak yang nitip soalnya," katanya.[Merdeka]
Komentar

Tampilkan

Terkini