-->

Iklan

Saat Galang Tandatangan 'Mosi Tidak Percaya', Iskandar Dikabarkan Tipu Para Anggota F.SPTI Paya Tampah

30 Maret, 2020, 20.29 WIB Last Updated 2020-03-30T13:29:30Z
LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Saat berlangsungnya aksi demo yang digelar oleh para anggota Unit Kerja F.SPTSI Bongkar Muat Kampung Paya Tampah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Jum'at (29/03/2020),  terungkap tentang adanya dugaan menciptakan skenario jahat oleh  Iskandar.

Saat dikonfimasi LintasAtjeh.com, Iskandar yang namanya pernah heboh akibat dihajar ratusan massa di jalan lintas kawasan Dusun Pajak Pagi, Kampung Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, pada tanggal 15 Mei 2016 lalu, karena tertangkap tangan membawa main isteri orang, berinisial HML, tanpa sepengetahuan suaminya, CH, menerangkan, saat dirinya menyuruh para anggota Unit Kerja F.SPTI Kampung Paya Tampah menandatangani surat mosi tidak percaya terhadap Ashari telah memberikan penjelasan tentang maksud tujuannya, namun para pihak yang bertandatangan menyampaikan pengakuan yang berbeda.

Sedangkan para anggota Unit Kerja F.SPTI Bongkar Muat Kampung Paya Tampah, Kecamatan Karang Baru, ketika dikonfirmasi semua mengatakan bahwa mereka tidak tau isi surat yang disuruh tandatangan oleh Iskandar karena kertas yang disodorkan masih kosong, belum ada tulisan apapun.

Mereka juga mengaku, saat itu Iskandar mengatakan kepada mereka bahwa kertas yang mereka sodorkan tersebut adalah absen kerja. Dan kejadian itu terjadi saat Ketua Unit Kerja F.SPTI Bongkar Muat Kampung Paya Tampah, Ashari tidak ada di lokasi kerja karena sedang pergi tempat acara pesta saudaranya.

Salah seorang anggota bongkar muat  bernama Supriadi, membenarkan keterangan yang disampaikan kawan-kawannya. Ia mengatakan, saat Iskandar menyuruh tandatangan Ashari lagi tidak ada di lokasi kerja pada Februari 2020 kemarin.

"Saat disuruh tandatangan, Iskandar hanya menyodorkan kertas kosong dan mengatakan bahwa tandatangan tersebut untuk absen kerja," demikian sebut Supriadi. 

Ditempat terpisah, Ketua Forum  Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, 
Senin (30/03/2020), Nasruddin, mengatakan bahwa permasalahan yang terjadi antara para pengurus F.SPTI mengindikasikan adanya kekacauan di timbangan RAM TBS sawit yang diduga investasi dari salah satu pengusaha Tionghoa Medan, dibawah bendera PT. EKG. 

"Masyarakat harus telusuri keberadaan RAM yang dikelola oleh Saipul warga Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur tersebut," ungkap Nasruddin.[ZF]



Komentar

Tampilkan

Terkini