-->

Iklan

Kembali dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

05 April, 2020, 19.22 WIB Last Updated 2020-04-05T12:22:14Z
Foto Dok Humas Aceh Besar, Delapan pemuda di Kabupaten Aceh Besar yang baru pulang dari Jakarta memilih untuk mengisolasikan diri di hutan Desa Jalin, Kecamatan Kota Janthoe, Aceh Besar. mereka tinggal ditenda yang di berikan oleh Pemerintah setempat.  Minggu (05/04/2020).

LINTAS ATJEH | ACEH BESAR - Delapan pemuda di Kabupaten Aceh Besar yang baru pulang dari Jakarta memilih untuk mengisolasi diri di hutan Desa Jalin, Kecamatan Kota Jhantoe selama 14 hari.

Kedelapan pemuda itu terpaksa harus kembali ke kampung halaman lantaran  tempat kerja mereka di Jakarta telah ditutup sementara selama wabah virus corona merebak di Indonesia. 

"Mereka pulang dari Jakarta Tanggal 30 Maret 2020, karena tempat kerja mereka di Jakarta telah ditutup sementara," kata Husaini  BA, Camat Kota Janthoe, Kabupaten Aceh Besar saat dihubungi Kompas.com, Minggu (5/4/2020).

Menurut Husaini, sebelum kedelapan pemuda asal Kabupaten Aceh Besar itu tiba di Kampung halaman, orang tua mereka yang sebagian merupakan perangkat desa telah berkonsultasi dengan Muspika setempat terkait tempat karantina mandiri terhadap kedelapan anaknya  yang berstatus ODP itu. 

"Awalnya diusulkan ada rumah yang jauh dari pemukiman penduduk untuk dijadikan tempat karantina mandiri, tapi karena kondisi rumah sudah lama tak digunakan sehingga tidak jadi di rumah dan mereka pindah ke lokasi yang dekat dengan sungai," katanya.

Untuk menjaga agar para pemuda yang baru pulang dari rantau itu sehat dan mendapat tempat isolasi yang memadai, pihak kecamatan kemudian menyerahkan dua unit tenda lengkap dengan tempat tidur yang didirikan di dekat sungai hutan Desa Jalin. 

"Dua tenda pramuka yang ada di kantor saya pinjamkan, kemudian untuk penerangan orang tua mereka menyiapkan genset, satu tenda untuk orangtua mereka yang mengawasi secara bergantian setiap hari," katanya.

Selama enam hari mengisolasi diri di kawasan hutan Desa Jalin, Aceh Besar mereka dalam kondisi sehat.

Bahkan, para pemuda itu menikmati karantina mandiri layaknya sedang berkemah.

"Orangtua para pemuda itu setiap hari memberikan laporan kepada kami. Mereka menikmati selama isolasi mandiri, setiap hari malah mengisi waktu menjaring ikan di aliran sungai itu," ucapnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Aceh Besar Muhajir menilai delapan pemuda yang berstatus ODP memilih untuk mengisolasikan diri ke hutan itu karena memiliki kesadaran yang tinggi untuk memutuskan mata rantai penyebaran wabah virus corona di Aceh.

Diharapkan, inisiatif 8 pemuda itu menjadi contoh agar setiap warga yang baru kembali dari daerah penularan Covid-19 harus melakukan karantina mandiri. 

"Inisiatif mereka itu bagus, daripada di kampung dianggap pembawa virus lebih baik mereka mengisolasi diri bersama di hutan, kemudian mereka pun di sana satu tempat kerja, awalnya ada 11 mereka, tapi tiga orang lagi sudah dijemput keluarga dan melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing," ujarnya.[Kompas]
Komentar

Tampilkan

Terkini