Iklan

Mahasiswa Pasca Sarjana UI Keluhkan Kuliah Online Karena Boros Kouta

16 April, 2020, 17.31 WIB Last Updated 2020-04-16T10:31:45Z
LINTAS ATJEH | JAKARTA - Kuliah Online yang telah berlaku semenjak 18 Maret 2020 di seluruh kampus-kampus baik negeri maupun swasta telah berjalan hampir sebulan. Tak terkecuali Mahasiswa di Universitas Indonesia. 

Namun sebagian mahasiswa mengalami tingkat stress yang tinggi serta mengeluh dengan sistem belajar online tersebut, apalagi bersifat tatap muka melalui aplikasi. Kepada media, Muhammad Ichsan Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya,  Universitas Indonesia, Kamis (16/04/2020) mengatakan, ia mengalami masalah dengan sistem pembelajaran online yakni koneksi dan kouta. 

Karena tingginya cost biaya pemakaian paket data serta tingkat stress tugas yang menumpuk tak sebanding dengan pertemuan tatap muka di kelas, 

"Namun apalah daya kondisi pandemi corona dan penerapan PSSB. Kuliah online dan kuliah tatap muka sangat jauh berbeda, disini jika kuliah online saya harus mengeluarkan biaya lebih untuk mengisi paket data. Apalagi memakai beberapa aplikasi seperti via zoom. Boros kouta dan koneksinya pun macet-macet," ujarnya. 

"Berbeda dengan dosen, kan tidak semua mahasiswa dari Jakarta, bahkan ada yang dari daerah. Apalagi mahasiswa tersebut sudah mudik atau bekerja bolak balik keluar daerah karena ada mahasiswa pasca sebagian besar sudah bekerja," jelas Ichsan. 

Seharusnya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Komisi X DPR dapat meringankan dan memberikan jalan keluar solusi bagi mahasiswa baik yang S1 atau S2.  

"Setidaknya mengalokasikan anggaran untuk paket data ke setiap mahasiswa yang masih aktif mengikuti perkuliahan daring online tersebut," tutupnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini