Iklan

Diskusi Virtual, Forum Pemuda Aceh Bahas Kesejahteraan Papua

21 Juni, 2020, 07.19 WIB Last Updated 2020-06-21T00:19:21Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Forum Pemuda Aceh (FPA) menggelar Webinar bertema “Kesejahteraan Papua Sebagai Skala Prioritas Pemerintah”, dalam acara diskusi virtual menggunakan Zoom Cloud Meeting, Sabtu (20/06/2020).

Dalam diskusi itu, FPA menghadirkan beberapa pemateri, salah satunya Dr. Ir. H. Herman Fithra yang merupakan Rektor Universitas Malikussaleh yang berbicara mengenai Penguatan Kerjasama Pemda dengan Pemerintah Pusat. 

"Papua menjadi salah satu pulau terbesar di Indonesia yang begitu kaya akan potensi alamnya. Papua menjadi salah satu wilayah kolonial Belanda yang enggan dilepaskan begitu saja. Karenanya berbagai masalah Papua salah satunya disebabkan oleh munculnya berbagai isu yang menganggu, yaitu isu rasisme hingga separatisme yang memunculkan gejolak konflik masyarakat,” ungkap Herman Fithra.

Selain itu Herman juga mengatakan bahwa pemerintahan pascareformasi, yaitu Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo terus menunjukkan atensi yang besar dalam menyelesaikan masalah Papua. Terutama Pemerintahan Jokowi yang menekankan pada perbaikan infrastruktur dan membuka keterisolasian masyarakat Papua demi peningkatan kesejahteraan.

Di akhir pemaparan Herman mengatakan bahwa melihat Papua harus dilakukan dengan pendekatan empatik, khusus, dan terintegrasi. “Setiap langkah penyelesaian Papua harus bisa saling bersinergi dan memberikan kekuatan untuk menatap masa depan Papua yang lebih cerah. Papua merupakan tanah damai bersama NKRI,” pungkas Herman.

Pemateri lainnya,  Sofyan Dawood yang merupakan Mantan Jubir GAM. Dalam paparannya, Sofyan Dawood menjelaskan “Refleksi pengalaman sejarah konflik Aceh, bahwa konflik hanya menimbulkan kesengsaraan, penderitaan dan kerusakan." 

"Maka di Papua jangan sampai terjadi konflik seperti di Aceh. Adanya perhatian pemerintah yang cukup besar untuk membangun Papua harus di dukung segenap elemen masyarakat baik di Papua maupun seluruh Indonesia," katanya.

Acara diskusi ini berlanjut dengan sejumlah narasumber yang hadir seperti Irsadi Aristora, S.Hut, MH yang merupakan Ketua MPD Aceh Barat yang berbicara mengenai penguatan peran generasi muda dalam mendukung pembangunan di Papua.

“Generasi muda memiliki peran dan andil besar dalam mendukung pembangunan dan rangka memajukan dan mensejahterakan Papua. Semangat membangun daerah menjadi tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan Papua dalam wawasan kebangsaan nasional Indonesia," kata Irsadi Aristora.

Kemudian dilanjutkan oleh Dr. Amri yang merupakan Akademisi Pakar Ekonomi Aceh yang berbicara mengenai optimalisasi pemanfaatan dana Otsus Papua.

Dalam paparannya ia menjelaskan dana Otsus dapat dioptimalisasi oleh eksekutif dan legislatif di Papua untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua yang implementasinya disinkronisasikan dengan berbagai program atau kebijakan strategis pemerintah Papua saat ini.

“Jika output, input, outcome, dan inpact yang jelas dapat mengoptimalkan pemanfaatan dana Otsus sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Dr. Amri.

Kegiatan diskusi ini diikuti secara virtual yang dipandu oleh moderator Ikhsan Fajri, SH.I, MA yang merupakan Dewan pembina YLBH Kontra Aceh hingga kegiatan berakhir pada pukul 18.30 WIB.

Ketua Panitia Webinar, Fitrah Aulia Nurdin mengatakan dalam wawasan kebangsaan nasional Indonesia, sudah seharusnya kami sebagai generasi muda  untuk ikut andil dalam memahami serta membuka ruang diskusi agar dapat meningkatkan wawasan. 

"Harapannya semoga webinar ini dapat membawa dampak positif bagi kemajuan Papua dan meningkatkan wawasan generasi muda," tutupnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini