-->

Iklan

Ini Profil Eko Margiyono, dari Pangdam Jaya Jabat Pangkostrad

29 Juli, 2020, 08.38 WIB Last Updated 2020-07-29T01:38:50Z
Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dipromosikan sebagai Pangkostrad menggantikan Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Senin (27/7/2020). (Foto: Kodam Jaya).

LINTAS ATJEH | JAKARTA - Mutasi besar-besaran kembali terjadi di tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kali ini 181 perwira tinggi dan menengah yang diganti oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Mutasi dan promosi jabatan tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/588/VII/2020 tanggal 27 Juli 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Surat diteken Kepala Staf Umum (Kasetum) TNI Brigjen TNI Rusmili dengan tertanda Panglima.

“Memutuskan, menetapkan: Keputusan Panglima TNI tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia yang namanya tersebut dalam lampiran keputusan ini dari jabatan lama seperti tercantum dalam kolom 5 dan pengangkatan dalam jabatan baru, terhitung mulai tanggal seperti tercantum dalam kolom 7,” kata Panglima TNI, dalam salinan SK mutasi, dikutip Selasa (28/7/2020).

Sederet pati mendapatkan promosi jabatan berdasarkan mutasi terbaru ini. Salah satunya Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono. Jenderal kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini dipercaya sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) menggantikan Letjen TNI Besar Harto Karyawan.

Mutasi jabatan ini akan menjadi promosi pangkat bagi Eko. Dengan kata lain, dia bakal menyandang status jenderal bintang tiga alias letjen. Adapun Besar Harto kini dipercaya untuk menjabat Danpussenif Kodiklatad.

Eko Margiyono merupakan lulusan Akademi Militer 1989 dari kecabangan infanteri. Karier prajurit kelahiran 12 Mei 1967 ini termasuk cemerlang.

Sejumlah jabatan strategis pernah dipegangnya. Sinar terang Eko mulai tampak ketika dia dipercaya sebagai Komandan Grup A Paspampres.

Untuk diketahui, Grup A Paspampres bertugas melaksanakan pengamanan fisik langsung jarak dekat setiap saat terhadap presiden beserta keluarganya dan berkekuatan empat detasemen. Sejumlah tokoh militer Indonesia pernah berkarier di posisi ini, sebut saja Subagyo HS (kelak menjadi KSAD), Sjafrie Sjamsoeddin, hingga Doni Monardo.

Karier Eko terus melesat. Dari Paspampres dia dipromosikan sebagai Danrem 061/Surya Kencana (2014-2015).

Pangkat Bintang Satu diraihnya saat dipercaya sebagai Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama Kodam I/Bukit Barisan (2014-2015). Eko Margiyono selanjutnya dipercaya menduduki jabatan Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kepala Staf TNI AD (2015-2017), kemudian menjabat Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya (2017).

Pangkat Bintang Dua diraihnya saat memperoleh promosi sebagai Gubernur Akademi Militer (Akmil). Setahun di Lembah Tidar, karier Eko kian kinclong. Dia dipromosikan sebagai Komandan Jenderal Kopassus pada 2018-2019.

Tak lama memimpin Korps Baret Merah, suami dari Atiek ini dipercaya menjabat Pangdam Jaya (2019-2020), menggantikan Mayjen TNI Joni Supriyanto yang kini menjabat Kasum TNI.

Dengan menjabat Pangkostrad, bintang di pundak Eko bakal bertambah satu. Kenaikan pangkat itu nantinya juga bakal menjadi catatan tersendiri. Betapa tidak, Eko bakal melewati para seniornya, alumnus Akmil 1988 yang sampai saat ini belum ada berpangkat letjen.

Selama menjabat Pangdam Jaya banyak tugas dan keberhasilan ditorehkan Eko. Salah satunya mengawal pelaksanaan Pilpres 2019. Tidak hanya itu, Eko juga tercatat memimpin operasi penanganan Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta yang bertanggung jawab pada Pangkogabwilhan I.[iNews.id]
Komentar

Tampilkan

Terkini