-->

Perdana Menteri Libanon akan Mencari Pelaku yang Bertanggungjawab

05 Agustus, 2020, 08.35 WIB Last Updated 2020-08-05T01:35:38Z
Ledakan di Beirut. ©STR/AFP
  
LINTAS ATJEH | BEIRUT - Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab akan mencari pelaku yang bertanggung jawab atas ledakan di Beirut, Lebanon. Ia menyebut pabrik sumber ledakan sebagai tempat yang berbahaya.

"Apa yang terjadi hari ini tidak akan berlalu tanpa akuntabilitas," ujar PM Lebanon seperti dikutip Al Jazeera, Rabu (5/8/2020).

"Mereka yang bertanggung jawab pada bencana ini akan membayar harganya," ia menambahkan.

PM Diab mengucapkan hal itu dalam pidatonya di TV nasional. Ia juga mengungkap bahwa gudang penyimpanan yang mengalami ledakan di Beirut, Lebanon itu sudah ada sejak 2014.

"Gudang berbahaya ini sudah ada untuk 6 tahun, sejak 2014," ujarnya.

Saat ini korban tewas akibat ledakan di Beirut, Lebanon, ini adalah 73 orang dan 3.700 orang terluka. Pencarian korban masih terus berlanjut.

PM Diab berkata tidak akan fokus pada investigasi dahulu. Fokus pemerintah Lebanon masih dalam menangani korban.

Arab Saudi Turut Berduka

Pemerintah Arab Saudi ikut mengirimkan duka cita atas tragedi ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon. Ledakan terjadi pada Selasa kemarin waktu setempat dan mengakibatkan puluhan orang tewas.

"Kerajaan Arab Saudi memantau dengan kekhawatiran besar pada akibat ledakan yang terjadi di pelabuhan Beirut hari ini, yang mengakibatkan kematian dan luka-luka," tulis Kementerian Luar Negeri Arab Saudi via Twitter, Rabu (5/8/2020).

"Kami menyampaikan rasa duka cita dan simpati tulus kami kepada keluarga korban dan yang terluka. Kami meminta ampunan kepada Tuhan bagi mereka yang meninggal di kejadian tragis ini, agar mereka yang terluka segera sembuh, dan melindungi Lebanon dari segala luka," ujar akun @KSAmofaEN.

Berdasarkan update terkini, ada 73 orang yang meninggal akibat ledakan di Beirut, Lebanon. Ledakan diduga berasal dari bahan kimia.

Titik ledakan berada tak jauh dari jalan raya. Mobil-mobil pun turut terdampak oleh asap yang menyebar secara cepat.

Api masih terus membara ketika proses evakuasi korban luka akibat ledakan itu berlangsung.[Merdeka.com]
Komentar

Tampilkan

Terkini