-->

Iklan

AMA Tak akan Berhenti Sampai Poin Tuntutan Terpenuhi

18 September, 2020, 16.00 WIB Last Updated 2020-09-18T09:13:13Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) menuntut PLT Gubernur Aceh untuk mempublikasikan Anggaran Covid-19 baik yang diperoleh dari hasil refocusing maupun Biaya Tak Terduga (BTT) dalam APBA 2020 dan beberapa poin lainnya.

"Ada hal urgensi hari ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah  Aceh Selama masa Pandemi Covid -19   Yaitu sektor kesehatan, sektor pendidikan maupun sektor ekonomi,"  kata Dede Adistira selaku Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Aceh kepada Lintasatjeh.com, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, AMA telah melakukan aksi sebanyak tiga kali, dimulai pada 1 September 2020 di Kantor Gubernur namun PLT Gubernur tidak terjun dan tidak mengirimkan perwakilan untuk menjumpai massa aksi.

Kemudian pada 8 September 2020, AMA kembali melakukan aksi di Kantor DPRA yang menuntut DPRA untuk segera menghadirkan PLT Gubernur Aceh dalam jangka waktu 2x24 jam untuk mempertanggung jawabkan dan merealisasikan semua poin tuntutan Aliansi Mahasiswa Aceh.

DPRA menyambut baik tuntutan Mahasiswa dan menyanggupi untuk menghadirkan PLT Gubernur Aceh dalam jangka waktu 2x24 Jam dengan menandatangani Tuntutan Aliansi Mahasiswa Aceh.

Pada 10 September 2020 bertepatan dengan 2x24 Jam yang dijanjikan oleh DPRA, AMA kembali melakukan aksi di Kantor DPRA, untuk menagih janji DPRA yang menyanggupi menghadirkan PLT Gubernur Aceh, namun DPRA tidak menepati janji karena tidak berhadirnya PLT Gubernur Aceh pada waktu yang telah dijanjikan. 

Aliansi Mahasiswa Aceh menyatakann bahwa DPRA tidak mampu melaksanakan fungsi serta wewenang untuk memanggil PLT gubernur dan jelas bahwa DPRA telah gagal menjadi lembaga perwakilan rakyat dan membiarkan PLT gubernur yang acuh tak acuh atas kondisi yang terjadi. 

"Sampai dengan hari ini  PLT Gubernur Aceh sama sekali belum menghiraukan hal urgensi yang tercantum dalam poin tuntutan Aliansi Mahasiswa Aceh" tegas Dede.

Walaupun Pemerintah Aceh telah mentransfer dana intensif untuk tenaga medis, namun sampai hari ini belum ada Publikasi kepada masyarakat baik di media cetak/online tentang alokasi anggaran tersebut.

Selain itu, pemerintah juga masih tutup mata dalam menangani sektor pendidikan dan sektor ekonomi dalam masa pandemi, begitu juga belum meratanya fasilitas kesehatan di seluruh daerah di Aceh. 

"Untuk itu Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA)  tetap konsisten dan tidak akan berhenti memperjuangkan sampai semua poin tuntutan yang telah disuarakan terealisasi," ujarnya. [*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini