-->

Iklan

Perangai Asli China Akhirnya Terkuak Usai Ditolak Menhan Prabowo

17 September, 2020, 11.49 WIB Last Updated 2020-09-17T04:49:15Z
LINTAS ATJEH | JAKARTA - Perangai asli China akhirnya terlihat juga, mereka akan terus membuat ulah di Laut Natuna ketika keinginannya tak terwujud. Oleh sebab itu, Indonesia harus ekstra waspada, karena segalanya bisa terjadi.

Setelah Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menolak adanya pangkalan militer China di Indonesia.

Di mana penolakan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Pertahanan China Wei Fenghe.

Sepertinya hal itu membuat China gigit jari dan kecewa ditolak Indonesia.

Tak butuh waktu lama, hal tak diduga dilakukan oleh Kapal China Coast Guard (CCG). Kapal China tersebut sengaja berkeliaran di zona eksklusif ekonomi (ZEE) Indonesia.

Badan Keamanan Laut (Bakamla) melalui melalui KN Pulai Nipah 321 mengatakan telah mengusir kapal China Coast Cuard dengan nomor lambung 5204 yang berkeliaran di zona eksklusif ekonomi Indonesia.

Kapal China Coast Cuard dengan nomor lambung 5204 terdeteksi pada pukul 10.00 WIB, Laut Natuna Utara, pada Sabtu (12/9).

Petugas sempat melakukan kontak dengan kapal China melalui radio. Namun, pihak yang bersangkutan bersikeras tengah melakukan patroli di wilayah teritorial laut China.

Kejadian serupa pernah terjadi awal Januari 2020. Bakamla memergoki puluhan kapal ikan China yang dikawal dengan kapal penjaga pantai dan kapal fregat pemerintah Tiongkok menerobos masuk wilayah ZEE Indonesia dan turut mengambil ikan di perairan Natuna.

Bakamla RI sempat melakukan pengusiran terhadap kapal-kapal China itu. Kendati sempat menjauh, kapal-kapal tersebut kembali memasuki perairan Indonesia.

Indonesia pun melayangkan nota protes terhadap China, namun Beijing mementahkan dengan menyatakan bahwa negaranya memiliki hak historis dan berdaulat atas perairan di sekitar Kepulauan Nansha di Laut China Selatan, yang dianggap Jakarta masih wilayah ZEE Indonesia.

Kementerian Luar Negeri China menegaskan kapal mereka berpatroli secara normal di perairan di bawah yurisdiksi Beijing.

"Hak dan kepentingan China di perairan yang relevan sudah jelas," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada briefing harian, Selasa (15/9) seperti dikutip dari China Global Television Network.[GenPi]
Komentar

Tampilkan

Terkini