-->

Peneliti Unsyiah Berikan Pelatihan dan Bimbingan Teknis Pengoperasian Peralatan Produksi Pupuk Organik

01 Oktober, 2020, 16.01 WIB Last Updated 2020-10-01T09:01:08Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Peneliti dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh memberikan pelatihan dan bimbingan teknis dalam pengoperasian peralatan produksi pupuk organik di Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Kamis (01/10/2020).

Ketua tim pelaksana kegiatan, Dr. Darwin, M.Sc, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Universitas Syiah Kuala  (Unsyiah) terhadap masyarakat dengan memberikan bimbingan teknis melalui pelatihan keterampilan pengoperasian peralatan mobile bio-composter. Kegiatan ini juga mendukung masyarakat untuk menumbuhkan semangatnya dalam berwirausaha di masa pandemi Covid-19 ini. 

Kegiatan ini merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan. 

“Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam kondisi yang terbatas oleh karena adanya pandemi. Peserta yang hadir juga dibatasi dan diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Peralatan produksi pupuk organik ini merupakan teknologi tepat guna yang dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menghasilkan pupuk organik secara cepat," ujarnya.

Peralatan bio-composter ini dilengkapi dengan pengaduk yang digerakkan oleh motor listrik sehingga proses dekomposisi bahan organik dapat berjalan dengan cepat. Peralatan ini juga dilengkapi dengan reaktor kultivasi sehingga para penggunanya dapat memproduksi starter kompos secara mandiri. Selain daripada itu peralatan bio-composter ini juga dilengkapi dengan nozel-nozel yang berfungsi untuk menyalurkan starter ke seluruh bagian biomassa sehingga penguraiannya menjadi pupuk organik dapat berjalan secara efektif dan efisien.

"Kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari mitra dan masyarakat yang ikut terlibat terlebih selama masa pandemi ini begitu banyaknya masyarakat yang memiliki minat dan ketertarikan dalam bercocok tanam di rumah sehingga permintaan pupuk organik juga ikut meningkat,” ungkap Dr. Darwin yang merupakan dosen dan peneliti dari Jurusan Teknik Pertanian, Unsyiah.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini