-->

Iklan

Waspada!!! BMKG Sebut Jabodetabek akan Alami Dampak La Nina Lebih Awal

22 Oktober, 2020, 21.24 WIB Last Updated 2020-10-22T14:24:54Z

Ilustrasi (Foto: Okezone)


LINTAS ATJEH | JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan mengalami dampak fenomena La Nina lebih awal dari wilayah lainnya.


La Nina merupakan fenomena alam yang berpotensi menambah curah hujan hingga 40% dari rata-rata normal lebih banyak di Tanah Air. Baca Juga: BNPB Waspadai Fenomena Gerakan Tanah dan Dampak La Nina


Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, wilayah yang akan mengalami musim hujan lebih awal yakni di sebagian wilayah Sumatera dan Sulawesi serta sebagian kecil Jawa.


"Termasuk Jabodetabek, Kalimantan, NTB dan NTT," kata Hary saat dihubungi Okezone, Kamis (22/10/2020).


Hary mengingatkan, perlunya peningkatan kewaspadaan dan antisipasi dini pada wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan atas normal (lebih basah dari normalnya) meliputi Sumatera, Jawa yang termasuk Jabodetabek, dan sebagian kecil Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.


Ia menambahkan, BMKG memperkirakan puncak musim hujan dalam fenomena La Nina akan berlangsung pada Januari hingga Februari 2021. Sehingga, pemerintah dan masyarakat perlu mewaspadai wilayah yang rentan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, longsor dan banjir bandang.


"Pemerintah dan masyarakat dapat lebih optimal melakukan penyimpanan air pada musim hujan ini untuk memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya melalui gerakan memanen air hujan," tandasnya.[Okezone]

Komentar

Tampilkan

Terkini