-->

Iklan

Mahasiswa KKN Unimal K292 Membuat Handsanitizer Berbahan Alami di Desa Tambon Tunong

15 November, 2020, 13.59 WIB Last Updated 2020-11-15T06:59:25Z
LINTAS ATJEH | ACEH UTARA - Kelompok KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Malikussaleh Kelompok 292 di Desa Tambon Tunong, Kec.amatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, melaksanakan program KKN Covid-19 dan menjalankan beberapa agenda tentang pencegahan corona, diantaranya yaitu pembuatan handsanitizer, Sabtu (14/11/2020).

Pembuatannya dengan peralatan yang sederhana, mahasiswa membuat handsanitizer dari bahan alami yang mudah dijumpai di kehidupan sehari-hari, seperti daun sirih, lemon, dan juga daun lidah buaya. Dimana bahan ini akan diolah menjadi handsanitizer yang bisa dipakai untuk mencegah penyebaran virus corona. Tujuannya adalah agar masyarakat selalu bisa menjaga kesehatan dan kebersihan agar bisa terhindar dari berbagai macam virus yang berbahaya bagi kesehatan terutama virus corona.

Kelompok yang dibimbing oleh Mutia Fonna, S.Pd., M.Pd. selaku DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) ini mempunyai tujuh orang anggota, yang diketuai oleh Julhelmi dan enam anggota lainnya yaitu, Rizki Mulya, Junaidi, Muhammad Iqbal Tawakkal, Luth Via Hanum, Athirah Rusadi dan Zulfikanur Fadila.


Julhelmi mengatakan bahwa agenda yang dijalankan ini insyaallah akan bisa membuat masyarakat menyadari betapa pentingnya mengikuti protokol kesehatan dan selalu menjaga kesehatan.


"Walaupun di mulai dari hal kecil seperti mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan juga handsanitizer, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati," katanya.


Hasil dari agenda pembuatan handsanitizer ini akan dibagikan kepada masyarakat sekaligus dengan pembagian masker di beberapa dusun yang ada di desa tersebut," tandas Ketua Kelompok 292.

Menurut Kepala Desa Tambon Tunong, jika dilihat dari kondisi desa saat pandemi seperti ini, pembuatan handsanitizer oleh mahasiswa KKN sangat membantu masyarakat setempat.

"Ini sangat membantu dalam pencegahanCovid-19 apalagi dibuat dengan bahan yang murah meriah dan mudah di jangkau. Saya sendiri sangat mendukung program tersebut," ujar Ir. Aguseha H. Alatief.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini