-->

Iklan

Meski Kehilangan Kepala, Kecoak Bisa Bertahan Hidup

30 November, 2020, 09.06 WIB Last Updated 2020-12-06T03:17:32Z

 

Ilustrasi kecoak. (Pixabay/hhach)

KECOAK terkenal karena keuletannya, dan sering disebut sebagai makhluk yang paling mungkin selamat dari perang nuklir. Mereka juga dikatakan dapat hidup tanpa kepala.

Hewan ini mampu hidup berminggu-minggu tanpa kepala. Untuk memahami mengapa kecoak dan banyak serangga lainnya dapat bertahan hidup saat kepala mereka dipenggal, ada baiknya memahami mengapa manusia tidak bisa melakukan hal yang sama. 


Pertama, pemenggalan kepala manusia menyebabkan kehilangan darah dan penurunan tekanan darah yang menghambat pengangkutan oksigen dan nutrisi ke jaringan vital. Manusia setelah itu akan mati kehilangan darah. 


Selain itu, manusia bernapas melalui mulut atau hidung dan otak mengontrol fungsi kritis tersebut, sehingga pernapasan akan terhenti jika kita kehilangan kepala. Selain itu, tubuh manusia tidak dapat makan tanpa kepala. 


Tapi kecoak tidak memiliki tekanan darah seperti manusia. Mereka tidak memiliki jaringan pembuluh darah yang besar seperti yang dimiliki manusia. 


Mereka memiliki sistem peredaran darah terbuka, yang tekanannya jauh lebih sedikit. Setelah kepala kecoak terpenggal, seringkali leher mereka akan menutup dengan pembekuan. Tidak ada pendarahan yang tidak terkendali. 


Otak kecoak juga tidak mengontrol pernapasan dan darah tidak membawa oksigen ke seluruh tubuhnya. Udara disalurkan langsung ke jaringan melalui satu set tabung yang disebut trakea. 


Seekor serangga dapat bertahan selama berminggu-minggu pada makanan yang mereka makan satu hari, selama mereka tidak dimakan oleh predator. 


Oleh karena itu, ketika seekor kecoa kehilangan kepalanya, ia tidak akan mati karena kehilangan otaknya. Mereka hanya akan mati karena kelaparan atau kekurangan air setelah kehilangan kepala.[Indozone]

Komentar

Tampilkan

Terkini