-->

Inspiratif! Maya Nabila, Mahasiswi S3 ITB Termuda Berusia 21 Tahun

21 Januari, 2021, 07.46 WIB Last Updated 2021-01-21T00:46:46Z

MAYA NABILA, jadi mahasiswi termuda jenjang pendidikan Strata 3 (S3) Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun akademik 2021/2022. Ia tercatat masih berusia 21 tahun.


Maya Nabila mengambil program studi Matematika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Perempuan kelahiran Padang, 9 Mei 1999 memasuki SD dalam usia yang sangat muda, yaitu lima tahun.


Saat jenjang SMA, ia mengambil program akselerasi, sehingga menamatkan pendidikan menengahnya selama dua tahun. Ia lulus pendidikan sarjana (S1) kurang dari empat tahun.


"Sejak dari dulu aku memang suka belajar hal baru dan alhamdulillah ada kesempatan lanjut S2/S3 dengan program PMDSU, mungkin juga ada faktor lingkungan keluarga, soalnya papa juga kuliah sampai S3," ucap Maya mengutip laman ITB, Kamis, 21 Januari 2021.


Ia melanjutkan S3 di ITB dengan beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemenristekdikti. Ia sempat memiliki kendala harus menyesuaikan pelajaran yang sebelumnya didapatkan saat mengambil studi sarjana pada Universitas Andalas prodi matematika.


"Perasaannya, yah senang sih ya, tetapi ini belum jadi apa-apa ‘kan, baru menjadi mahasiswa termuda saat ini, aku belum punya kontribusi apapun untuk kampus ataupun negara," tuturnya.


Gadis asal Padang tersebut mengatakan, melanjutkan studi di ITB bisa belajar lebih banyak, dan menambah jaringan sehingga dapat mengenal dunia luar, dan keluar dari zona nyaman. Maya bercita-cita menjadi dosen. Ia ingin mengajar dan membagikan ilmu yang didapat selama kuliah di ITB.


"Aku juga berharap di instansi manapun nanti aku berada, aku bisa memberi pengaruh positif di sana," ujar lulusan Universitas Negeri Padang tersebut.


Target Maya yang paling dekat saat ini adalah menyelesaikan S3 tepat waktu, lalu mencari pekerjaan. Selain ingin menjadi seorang dosen yang baik, Maya berharap mempunyai kesempatan atau kemampuan untuk mendirikan sekolah. Khususnya, bagi orang yang tidak mampu.


"Membangun karakter dan pola pikir itu penting dalam hidup, mungkin ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari pendidikan nonformal, tetapi untuk hal tertentu seperti sosialisasi, sopan santun, perkembangan ilmu, dan teknologi bisa dibantu dengan menempuh pendidikan formal," ucap Maya.[Medcom]

Komentar

Tampilkan

Terkini