-->

Iklan

Kenakan Sarung, Bupati Aceh Tamiang Tinjau Abrasi Tanggul dan Banjir di Rantau Pakam

14 Januari, 2021, 10.05 WIB Last Updated 2021-01-14T03:06:14Z

 

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Meningkat curah hujan di Bumi Muda Sedia tinggi dalam beberapa hari ini, telah menyebabkan naiknya debit air Sungai Tamiang. Kondisi ini membuat air meluap dan merendam beberapa kampung (desa) di kabupaten setempat, salah satunya Kampung Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara.


Menurut informasi yang dihimpun LintasAtjeh.com, Rabu (13/01/2021) sekitar pukul 02.00 WIB, telah terjadi abrasi tanggul pada dua titik yang berlokasi si Kampung Rantau Pakam, sehingga mengakibatkan banjir. Akibatnya abrasi tanggul tersebut, rumah warga di Kampung Rantau Pakam tergenang banjir setinggi 50 centimeter hingga 1 meter. 

Atas musibah terjadinya abrasi tanggul di Kampung Pakam, yang mengakibatkan banjir dan menggenangi rumah warga di Kampung Rantau Pakam, Camat Bendahara Fakhrurrazi, S.STP,  langsung melaporkan kepada Bupati Mursil melalui Pesan WhatsApp (WA) Group.

Setelah mendapati laporan dari Camat Bendahara, Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, M.Kn tak tinggal diam. Sekira pukul 06.00 pagi, usai melaksanakan shalat Subuh, Mursil yang saat itu masih menggunakan sarung, langsung bergerak dari pendopo menuju lokasi tanggul abrasi, kemudian menemui warga yang mengungsi dengan menggunakan sarung.

Selanjutnya, Bupati Mursil memerintahkan Camat Bendahara untuk segera berkoordinasi dengan pihak BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tamiang agar dapat memberikan bantuan dan membuat dapur umum kepada warga yang mengungsi.

"Pak camat segera berkoordinasi dengan Pihak BPBD dan Dinas Sosial, Untuk memberikan bantuan dan membuat dapur umum kepada warga yang mengungsi", ujar Bupati kepada Camat.

Berdasarkan laporan, warga yang terdampak banjir sebanyak 80 KK dengan jumlah jiwa berkisar 220 orang.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini