-->

Iklan

KNKT: Sriwijaya Air Diduga Hancur Karena Hantam Permukaan Laut

11 Januari, 2021, 22.47 WIB Last Updated 2021-01-11T15:47:55Z

(Grafis: TIMES Indonesia)


Soerjanto mengungkapkan, serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ditemukan dalam keadaan normal. Artinya, tidak ada indikasi kehancuran akibat ledakan di udara.


LINTAS ATJEH | JAKARTA - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menduga pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hancur karena membentur permukaan air laut.


Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pesawat diperkirakan jatuh dalam kedaan utuh dan tidak meledak di udara.


"Iya (pesawat hancur karena benturan di air), bukan karena ledakan di udara," kata Soerjanto, Minggu (10/1/2021) malam.


"Serpihan-serpihan yang ditemukan itu masih tidak ada indikasi-indikasi sesuatu yang tidak normal, semuanya masih normal saja. Tidak ada hal yang mencurigakan, tidak ada kerusakan, ya memang hancur tapi hancurnya natural karena benturan ke air," ujar Soerjanto dikutip dari kompas.com.


Meskipun begitu, KNKT baru bisa menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 setelah menemukan black box.[Rakyatku]

Komentar

Tampilkan

Terkini