-->

Iklan

WhatsApp Dianggap Melanggar Privasi, Netizen Indonesia Mulai Beralih ke BIP Messenger

19 Januari, 2021, 09.05 WIB Last Updated 2021-01-19T02:05:32Z

BIP Messenger buatan Turki


LINTAS ATJEH | JAKARTA - Netizen Indonesia dengan beragam profesi mulai beralih ke aplikasi komunikasi dan pesan Turki BiP di tengah kekhawatiran aturan baru Whatsapp yang dinilai melanggar privasi pengguna.


Heriyanto, tenaga pengajar di Jawa Tengah, adalah satu orang yang mulai menggunakan BiP karena aplikasi ini memiliki video call setara HD yang lebih unggul dari Whatsapp.


Selain, kata Heriyato, BiP memiliki kapasitas grup dengan kapasitas 1000 orang dan fasilitas channel dengan layanan subscribe.


“Ini cocok untuk mereka yang memiliki bisnis,” kata dia kepada Anadolu Agency pada Senin melalui aplikasi BiP.


Heriyanto mengatakan ada kebanggaan tersendiri menggunakan BiP karena aplikasi ini dibuat oleh Turki sebagai negara Muslim yang memiliki terobosan teknologi yang dapat bersaing dengan negara barat.


Mari beralih ke BIP wkwkw


Bisa chat"an sama diri sendiri pic.twitter.com/SloaYOgnNT


— Anantasia (@anantasia23_) January 16, 2021


Heriyanto mengatakan Erdogan adalah pemimpin yang patut dibanggakan karena seruannya agar negara Muslim memiliki kemandirian teknologi.


“Saya rekomendasikan ke teman-teman agar beralih ke BiP,” ucap Heriyanto.


Sementara, Muhammad Nashir, jurnalis asal Surabaya, Jawa Timur, mengatakan aplikasi BiP menarik karena memiliki fitur yang banyak seperti mode gelap juga dan mengajak user untuk saling berbincang dengan memberikan notifikasi chat random kepada para pengguna baru.


Ahmad Faishal Fahmi, seorang dokter spesialis anestesi di Jambi, yang mulai memakai BiP mengatakan aplikasi ini memiliki kualitas video yang lebih bagus dan jenis font yang lebih enak dibaca dari Whatsapp.


Namun dia mencatat sejumlah nomor operator tertentu masih sulit melakukan verifikasi SMS untuk meregistrasi akun.


“Format font seperti tebal, miring, dan lainnya, belum ada di BIP ini. Belum ada juga fitur tayang video YouTube secara langsung,” ucap alumni Fakultas Kedokteran UI ini kepada Anadolu Agency melalui aplikasi BiP.


Namun Faishal mengatakan jika BiP bisa melakukan akselerasi cepat dalam teknologinya, bukan mustahil aplikasi ini bisa mengakomodasi platform uang digital yang diterima oleh seluruh dunia, setidaknya untuk komunitas dunia Islam.


Faishal, yang menjadi admin grup masyarakat Muslim lintas profesi, juga melihat banyaknya warga Indonesia menggunakan BiP juga bagian dari protes kepada Facebook yang membatasi kebebasan berpendapat umat Islam dan penolakan atas kebijakan Facebook yang mengabaikan hak privasi.


“Selain itu, hal ini juga dilatarbelakangi menguatnya sentimen terhadap produk negeri Muslim dan apresiasi terhadap kemajuan Turki,” kata dia.[Indonesia Inside]

Komentar

Tampilkan

Terkini