-->

Iklan

DPRA Dapil VII 'Nora Idah Nita' Tinjau Gedung Asrama Mahasiswa Aceh Tamiang yang Terlantar di Banda Aceh

05 Februari, 2021, 22.40 WIB Last Updated 2021-02-05T15:41:26Z

LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dapil VII Nora Idah Nita, SE, melakukan silaturahmi dengan para pengurus 'Paguyuban Aceh Tamiang (PATA)' sekaligus meninjau langsung gedung asrama mahasiswa Aceh Tamiang yang pembangunannya telah lama mangkrak, Jum'at (05/02/2021).


Pembangunan gedung asrama mahasiswa Aceh Tamiang tersebut dibangun pada masa pemerintahan Bupati (Alm) Abdul Latief, dan dilanjutkan kembali pembangunannya semasa Bupati Hamdan Sati pada tahun 2015 lalu.

Saat melakukan peninjauan, Anggota DPRA Nora Idah Nita mengatakan, dirinya sangat prihatin atas kondisi gedung asrama mahasiswa Aceh Tamiang yang pembangunannya belum selesai dan sudah lama terlantar.

"Hari ini saya memenuhi undangan silaturrahmi dari pengurus Paguyuban Aceh Tamiang sekaligus meninjau pembangunan gedung asrama mahasiswa Tamiang di Banda Aceh yang sudah lama terlantar. Kondisinya sangat memprihatinkan," ujar Nora.
Selanjutnya, Srikandi 'Cantik' Aceh Tamiang tersebut menyampaikan bahwa dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari solusi dalam hal penyelesaian pembangunan gedung asrama mahasiswa Aceh Tamiang di Banda Aceh.

Nora menyampaikan, semoga tahun depan pembangunan gedung asrama mahasiswa di Banda Aceh dapat dilanjutkan kembali sehingga dapat ditempati oleh adik-adik mahasiswa, terutama yang ekonomi lemah.

"Saya siap memperjuangkan dalam segi anggaran, baik berkoordinasi dengan Bupati Aceh Tamiang, DPRK Aceh Tamiang maupun di DPRA," ungkapnya.

Menurut Nora, kalau asrama ini dapat diselesaikan pembangunannya dan dapat digunakan, tentunya akan menjadi kebanggaan bersama karena Aceh Tamiang punya asrama mahasiswa sendiri, seperti kabupaten/kota lainnya yang ada di Provinsi Aceh. 
"Dengan diselesaikannya asrama mahasiswa Aceh Tamiang di Banda Aceh yang berjumlah 44 kamar tersebut maka sangat membantu adik-adik mahasiswa yang kurang mampu karena mereka harus sewa kamar kost yang harganya rata-rata Rp 8-10 juta per tahun," sebut Nora.

"Mudah-mudahan dengan semangat kebersamaan, bangunan asrama mahasiswa Aceh Tamiang di Banda Aceh Tamiang bisa terselesaikan dan menjadi tempat tinggal bagi adik-adik mahasiswa Aceh Tamiang," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa asal Aceh Tamiang yang saat ini kuliah di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Toni Khairul Ihsan mengatakan, peninjauan yang dilakukan Anggota DPRA Dapil VII ke gedung asrama yang telah lama terlantar membawa harapan baru bagi para mahasiswa.

"Kunjungan Ibu Nora ke gedung asrama yang telah lama terlantar menjadi harapan baru bagi kami mahasiswa asal Tamiang yang kuliah di Banda Aceh. Kami berharap semoga beliau akan berusaha mendapatkan solusi dalam upaya penyelesaian pembangunan gedung tersebut," demikian ungkap Toni.[*/Red]


Komentar

Tampilkan

Terkini