-->

Iklan

Kawasan Pembuangan Tankos PT BDS di Tamiang  Terbakar, TNI dan Polri Berjibaku Padamkan Api

09 Maret, 2021, 23.01 WIB Last Updated 2021-03-09T16:01:42Z

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Kawasan pembuangan limbah tandan kosong (tankos) milik PT Bimsa Desa Sawita di Aceh Tamiang, terbakar dan diperkirakan sudah meluas hingga satu hektare.


Berdasarkan informasi yang dihimpun LintasAtjeh.com, Selasa (09/03/2021) menyebutkan, kebakaran ini terjadi sejak Senin (08/03/2021) dan hingga kini dilaporkan api belum sepenuhnya padam.

"Saat ini api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan, karena masih ada bara api pada timbunan tandan kosong," kata Danramil 02/Karangbaru, Kapten Inf Lumban Raja melalui rilis yang diterima Selasa (09/03/2021) malam.

Lumban Raja khawatir bara api tersebut menimbulkan kebakaran yang lebih besar karena berpotensi merembet ke lahan perkebunan milik masyarakat.

"Anggota kami bersama Polri terus berpatroli untuk mencegah kejadian memburuk, sebelumnya sudah dua armada pemadam dikerahkan ke lokasi," lanjutnya.

Dia menjelaskan, kebakaran terjadi di lahan milik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Bima Desa Sawita (BDS) di Kampung Lubuksidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang.

Setidaknya, api meluas hingga menghanguskan satu hektare lahan kawasan pembuangan limbah tandan kosong (tankos) milik perusahaan tersebut.

Lumban Raja mengatakan, berdasarkan informasi dari Pjs Manager PT Bima Desa Sawita, Sugiarto, kebakaran bersumber dari tandan kosong kelapa sawit yang berada di kawasan pembuangan limbah.

Sugiarto mengaku, tandan kosong kelapa sawit milik perusahaan terbakar akibat terik panas matahari dan dengan cepat menyebar hingga membakar 80 persen kawasan pembuangan limbah tersebut.

Atas kejadian tersebut, personel Babinsa TNI Koramil 02/Karang Baru dan personel Polsek Karang Baru mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.

Terpisah, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan SIK, menjelaskan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjadi perhatian serius yang harus dicegah sejak dini.

Ari menyebut, pihaknya telah menyurati seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.[*/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini