-->

Iklan

Polres Aceh Tamiang Gelar Rakor Antisipasi Karhutla, Bupati Mursil: Harus Cepat Tanggap

08 Maret, 2021, 14.34 WIB Last Updated 2021-03-08T07:35:27Z

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tamiang, Senin (08/03/2021) menggelar rapat koordinasi (Rakor) pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah hukum setempat.

Rakor yang berlangsung di ruang rapat Pesat Gatra Polres Aceh Tamiang tersebut, dihadiri Kapolres AKBP Ari Lasta Irawan,SIK, Bupati H. Mursil, SH, M.Kn, Dandim 0117/Atam Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita, dan Kepala BPBD Aceh Tamiang Syahri, SP.

Pada kegiatan itu, tampak juga hadir oleh seluruh Kapolsek jajaran Polres Aceh Tamiang, dan Pasi Jajaran Kodim 0117/Atam.

Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH, Mkn, dalam sambutannya menjelaskan bahwa saat ini kondisi di Indonesia terutama di Aceh Tamiang memasuki musim kemarau, setelah sebelumnya mengalami musim hujan yang berkepanjangan sehingga mengakibatkan banjir di beberapa lokasi. 

"Hal inilah yang menjadi kekhawatiran kita sehingga kita sangat perlu melakukan antisipasi jangan sampai terjadi kebakaran hutan mengingat sudah 1 bulan lebih kita menghadapi kemarau yang panjang. Ketika kebakaran ini terjadi maka akan berdampak pada masalah ekonomi, kesehatan, dan lainnya. Dimana saat ini juga kita tengah dihadapkan denga pandemi yang juga berdampak pada ekonomi dan kesehatan," terang Bupati Mursil.
Selain itu pula, Bupati Mursil juga mengatakan bahwa karhutla ini menjadi permasalahan yang sangat serius sehingga mendapat pantauan langsung dari presiden bahkan dunia. Oleh karena ia menekankan, semua pihak harus saling bersinergi menangani masalah tersebut.

"Pihak-pihak terkait harus cepat tanggap terhadap karhutla ini jangan sampai terpantau dengan satelit internasional. Untuk teknisnya bagaimana penanganan dan pencegahan karhutla ini Kapolres dan Dandim akan menerangkan lebih lanjut detailnya seperti apa. Namun saya berharap kemarau ini tidak berlangsung lama sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Bupati Mursil mengakhiri.

Selanjutnya paparan Kapolda Aceh yang disampaikan oleh Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan, S.I.K terkait penanggulangan Karhutla.

Dalam paparannya, Kapolres Aceh Tamiang mengatakan untuk di Provinsi Aceh hingga Maret 2021 tercatat sudah terjadi kebakaran di 17 kabupaten/kota. Untuk di Kabupaten Aceh Tamiang ada terjadi di satu titik yaitu Bangkelang. 

"Adapun yang menyebabkan Karhutla ini ada beberapa faktor yakni ulah manusia atau masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, ada juga karena kelalaian, ada yang secara di sengaja untuk membersihkan ladang agar lebih mudah dan cepat. Tentunya hal ini tidak hanya dilakukan perorangan namun juga perusahaan. Sementara itu, untuk perusahaan sudah kami Surati untuk tidak membuka lahan dengan membakar dan ini sudah disetujui," terangnya.
Selanjutnya ia juga menyampaikan penekanan dari Kapolda Aceh, salah satunya untuk melakukan rapat koordinasi, apel gelar pasukan, latihan simulasi pemadaman api, bangun posko, pantau hotspot sampai tingkat polsek, serta tingkatkan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kita berharap Aceh Tamiang bisa menangani karhulta ini dengan baik dan semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita semua," tutupnya mengakhiri.

Sementara itu, Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita menyebutkan bahwa salah satu tugas dari TNI ialah membantu Pemerintah Daerah dalam penanggulanan bencana dan membantu pengungsi. Tentunya hal tersebut menjadi saling berkaitan dan TNI akan siap membantu pemerintah.

"Sesuai dengan arahan dari presiden, maka kami akan memberikan arahan dijajaran kami sampai ketingkat paling kebawah untuk bersinergi dengan jajaran Kapolsek dalam mengatasi karhutla ini. Tentunya hal ini tidak dapat dilakukan oleh satu instansi sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak," jelasnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini