-->

Iklan

Menelusuri Asal Usul Zainal yang Diduga Abripda Asep, Polisi Korban Tsunami Aceh

11 April, 2021, 12.41 WIB Last Updated 2021-04-11T05:41:44Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Asal usul Zainal Abidin, pasien pria yang kini menjalani perawatan psikis di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, masih menjadi misteri. Sebagian orang khususnya di instatitusi kepolisian menganggap bahwa pria itu adalah seorang anggota Brimob Resimen II Kedung Halang, Bogor, yang dinyatakan hilang dan meninggal dunia dalam peristiwa gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 lalu ketika ditugaskan dalam pasukan Bantuan Keamanan Operasional ke Kepolisian Daerah Aceh.

Di satu sisi pihak rumah sakit jiwa sebelumnya mengatakan bahwa pria tersebut berasal dari Kabupaten Aceh Jaya. Itu dilatarbelakangi dari orang pertama yang mengantarkannya ke rumah sakit di tahun 2009 silam.

Kebuntuan terjadi, ditambah lagi orang membawa pria yang kemudian diberi nama Zainal Abidin selama dirawat tersebut, telah meninggal dunia. Orang itu adalah keuchik (kepala desa) Gampong Fajar, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya.

Mencari mencari informasi lebih jauh, media coba menelusuri asal usul Zainal Abidin di Gampong Fajar dengan menghubungi Kepala Kepolisian Sektor Sampoiniet, Inspektur Wahyudi.

1. Selama beberapa bulan terluntang-lantung di Aceh Jaya
Wahyudi menceritakan, sebelum diantarkan ke rumah sakit jiwa di Banda Aceh, pasien kabarnya sempat terlihat luntang-lantung di kawasan Kecamatan Darul Hikmah dan Kecamatan Sampoiniet selama beberapa bulan di tahun 2008.

Dikarenakan mengalami gangguan jiwa dan takut meresahkan, ia sering diusir warga sebelum akhirnya dibawa oleh keuchik Gampong Fajar yang menjabat saat itu.

“Kemudian pada waktu itu diambillah sama keuchik Gampong Fajar yang sudah meninggal. Terus karena kasihan juga sering diusir sama warga diantar lah ke rumah sakit jiwa,” kata Wahyudi.

2. Tahun 2014 sempat diantar kembali oleh pihak rumah sakit jiwa ke Aceh Jaya
Abripda Asep, Polisi yang hilang saat Tsunami Aceh telah ditemukan di Rumah Sakit Jiwa (Instagram.com/ndorobeii)

Lebih kurang lima tahun menjalani perawatan psikis dan dinyatakan telah sehat secara klinis, pasien yang ketika diantar ke rumah sakit jiwa tidak memiliki nama itu kini dikembalikan ke Aceh Jaya.

Pemulangan itu ternyata mendapat penolakan oleh warga Gampong Fajar. Mereka menilai jika pria yang kemudian dikenal sebagai Zainal Abidin tersebut bukanlah warga kampung setempat.

Ditambah lagi, keuchik yang mengantarkan Zainal Abidin ke rumah sakit telah meninggal, sementara jabatannya telah diisi oleh orang lain.

“Kemudian pada tahun 2014, yang bersangkutan mau diantar oleh pihak rumah sakit jiwa ke Gampong Fajar kembali. Namun karena dia bukan warga Fajar, ditolak keuchik yang baru pada waktu itu,” ujar Wahyudi.

3. Zainal Abidin pernah dicari warga dari Lampung
Dua tahun berlalu usai pemulangan Zainal Abidin yang sempat ditolak oleh warga, tiba-tiba ada warga dari Provinsi Lampung mendatangi Gampong Fajar di tahun 2016. Kedatangan mereka ke kampung tersebut untuk mencari seorang pria berprofesi brimob yang dikabarkan sempat hilang karena tsunami melanda Aceh pada 2004 silam.

“Mereka dari Lampung. Sempat ditanyakan dari mana tahu. Orang tuanya bermimpi bahwasanya anaknya itu masih hidup dan anaknya terluntang-lantung di daerah sini,” kata Wahyu menirukan.

Pencarian selama dua pekan di seputaran Sampoiniet ternyata tidak membuahkan hasil. Selebaran nama dan foto serta nomor telepon keluarga sudah disebarkan, namun warga tidak mengetahui nama serta orang yang dicari oleh warga asal Lampung tersebut.

Padahal, Zainal Abidin yang dicari adalah pasien pria rumah sakit jiwa yang pernah ditolak ketika dipulangkan ke Aceh Jaya. Begitu juga dengan keuchik Gampong Fajar yang kala itu menjabat, tidak mengetahui akan hal tersebut.

“Jadi tidak menyambung dengan keuchik yang baru ini belum tahu bahwasanya Zainal Abidin ini dikirim oleh keuchik Fajar yang sebelumnya,” imbuhnya.

4. Zainal Abidin kemudian viral karena diduga sebagai Abrip Asep, anggota brimob yang hilang saat tsunami
Upaya pemulangan Zainal Abidin kembali dilakukan pihak Rumah Sakit Jiwa Aceh pada 2021. Kali ini, Keuchik Gampong Fajar, Alex, dikatakan Kepala Kepolisian Sektor Sampoiniet, mengingat jika pasien pria tersebut pernah dicari warga Lampung pada tahun 2016.

“Keuchik kembali ingat bahwasannya di tahun 2016 si Zainal Abidin pernah ada yang mencarikan. Jadi jangan-jangan itu orang yang dicari,” ungkap Wahyudi.

Kabar itu kemudian dilaporkan ke pihak brimob dan kepolisian sektor setempat. Sementara Zainal Abidin telah dibawa kembali ke Rumah Sakit Jiwa Aceh di Kota Banda Aceh.

Informasi keberadaan Zainal Abidin di rumah sakit jiwa dan diduga sebagai Ajun Brigadir Polisi Asep pun tersebar ke sejumlah personel brimob, terutama rekan seangkatan personel lulusan Sekolah Tamtama Polri 1999/2000 tersebut. Bahkan kabar tersebut belakangan viral di media sosial. “Ohh itu si Asep, itu. Itu kami sama-sama di Aceh,” tiru Wahyudi menceritakan.

“Kemudian datang lah letting-letting yang di sini karena dibilang berada di rumah sakit jiwa,” imbuhnya.

5.Berharap Zainal Abidin adalah Abrip Asep
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan uji DNA dari Zainal Abidin yang diduga sebagai Ajun Brigadir Polisi Asep. Sejumlah data-data penting lainnya dari pasien pria itu pun telah diambil.

Secara pribadi kepala Kepolisian Sektor Sampoiniet mengatakan, cerita keduanya memiliki kemiripan. Meskipun demikian, ia tidak bisa memastikan apakah pria yang masih menjalani perawatan psikis di rumah sakit jiwa tersebut adalah anggota brimob dimaksud.

“Mudah-mudahan, walaupun dulu yang dicari itu si Zainal, mungkin itu lah jalan untuk menemukan si Asep yang anggota sebenarnya,” harapnya.[IDNTimes]
Komentar

Tampilkan

Terkini