-->

Iklan

Forum Puspa Nagan Raya Prihatin Kasus Kekerasan Seksual Kembali Terulang

20 Mei, 2021, 12.57 WIB Last Updated 2021-05-20T05:57:53Z
LINTAS ATJEH | NAGAN RAYA - Ketua Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Nagan Raya, sangat menyayangkan kekerasan seksual kembali terulang di Nagan Raya.

Fitri Muliati, S.Ag, kepada media, Kamis (20/06/2021) mengatakan, Puspa sebagai forum partisipasi masyarakat untuk berdayakan perempuan dan perlindungan anak mengaku prihatin dengan maraknya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Nagan Raya. Ia juga menyayangkan kasus yang serupa terjadi lagi di Nagan Raya.

“Anak dijadikan sebagai tempat pelampiasan nafsu para predator, bahkan pelakunya adalah orang terdekat korban yang seharusnya melindungi korban," tuturnya.

Lanjutnya, terulangnya kasus terhadap anak ini perlu penanganan secara komprehensif. Bukan hanya instansi dan lembaga perlindungan perempuan dan anak saja yang melakukan penanganan  terhadap kasus ini, namun peran masyarakat semua pihak untuk bertanggungjawab. 

“Ayo sama-sama kita melakukan pencegah dan perlindungan terhadap perempuan dan anak, sebagai upaya untuk menyelamatkan generasi bangsa. Jangan takut untuk melapor kepada penegak hukum agar pelaku mendapat hukuman yang setimpal dan seberat-beratnya,” imbuhnya.

Menurutnya, ada beberapa hal untuk menghindari terjadinya pelecehan seksual dan menghindari diri dari pelecehan seksual, yakni:

1. Sadarkan keluarga terutama anak-anak untuk mengenali situasi potensial yang dapat menyeret kejurang pelecehan.

2. Jangan segan dan sungkan membahas masalah pelecehan seksual yang muncul di pemberitaan media massa.

3. Latih diri dan anak-anak untuk dapat bersikap tegas walau mungkin itu bertentangan dengan karakternya.

4. Hindari tempat-tempat yang rawan, gelap, dan sunyi serta jauh dari keramaian.

5. Hindari menggunakan busana minimalis.

Kepada orang tua sebaiknya tingkatkan terus pengawasan kepada anak jangan bosan bagi para orang tua terutama ibu untuk terus mengingatkan anak. Karena jika ibu berhenti mengingatkan, maka inilah awal kebebasan bagi mereka untuk melakukan segala kemauan yang mungkin belum waktunya.

“Bahkan masih banyak kasus lain yang belum terungkap. Maka dari itu jangan takut untuk melapor dan Jangan takut menyuaran untuk melawan pelecehan seksual dimanapun berada,” tutupnya.[Ms]
Komentar

Tampilkan

Terkini