-->

Iklan

PKPI Berubah Nama Menjadi Partai Keadilan dan Persatuan (PKP)

16 Juni, 2021, 21.48 WIB Last Updated 2021-06-16T14:49:33Z
Mantan Wapres RI sekaligus pendiri PKPI, Try Sutrisno. Gambar diambil dua tahun silam.

LINTAS ATJEH | PALEMBANG - Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) telah mengubah namanya menjadi Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) dalam era baru saat ini, dengan logo dan moto baru, yang mengandung tekad dan semangat baru partai ini menghadapi Pemilu 2024.

Perubahan ini sesuai amanat Munaslub PKPI yang berlangsung di Jakarta Timur, 25 Mei 2021 lalu, dan telah disetujui pendiri PKPI sekaligus mantan wakil presiden RI, Jenderal (Purn) TNI Try Sutrisno.

Menyikapi PKPI ganti nama jadi PKP, Ketua DPP PKP Sumsel Yusmah Reza Zaini menerangkan, ada beberapa harapan baru partai yang selama ini dikenal sebagai rumah besar pejuang, dan masyarakat.

"Harapannya, PKP yang telah berdiri selama 22 tahun lalu dan selalu eksis ikut dalam pemilu, namun hasilnya tidak maksimal, bisa termotivasi menghadapi pemilu 2024 mendatang, dan bisa sukses," kata Yusmah, Rabu (16/6/2021).

Diakui Eza, sapaanya Yusmah Reza Zaini, pihaknya tak memungkiri kendala partainya tidak berkembang, khusus di Sumsel karena belum ada ketokohan.

Selain itu juga, hal ini dipengaruhi dari hasil verifikasi faktual KPU yang sempat mendiskualifikasi, meski akhirnya tetap jadi peserta pemilu.

"Sebenarnya ketokohan dan infastruktur partai kita akui belum mumpuni, sehingga hasilnya diluar harapan jatuh menurun jauh. Hal inilah jadi pelajaran kedepan, dan antara pejuang tokoh- tokoh zaman old dan millenial harus berkaloborasi kedepan untuk bisa menjadikan PKP lebih besar," capnya.

Ditambahkan Eza, saat ini kepengurusan tingkat Kabupate / kota atau DPK saat ini sudah rampung, tapi pihaknya akan melakukan rektrusisasi, karena dianggap beberapa pengurus belum maksimal untui menghadapi verifikasi, sehingga akan dimaksimalkan kembali.

"Yang jelas, kami harus menyelesaikan infastruktur partai dulu sehingga bisa melalui verifikasi faktual, dan kedepan kita menargetkan setiap tingkatan dapat satu fraksi, baik di DPRD provinsi maupun Kabupaten kota pada Pileg 2024 mendatang," tandasnya, seraya saat ini PKPI hanya memiliki 3 kursi DPRD tingkat Kabupaten di Banyuasin, Pagar Alam dan OKU.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Sebelumnya, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) telah mengubah namanya menjadi Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) dengan logo dan moto baru, yang mengandung tekad dan semangat baru partai ini menghadapi Pemilu 2024.

Perubahan ini sesuai amanat Munaslub PKPI yang berlangsung di Jakarta Timur, 25 Mei 2021 lalu, dan telah disetujui Pendiri Jenderal (Purn) Try Sutrisno.

“Melalui Munaslub lalu kita sudah mendeklarasikan era baru, tekad baru dan semangat baru, melalui perubahan nama menjadi Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) dengan logo yang baru.Insya Allah PKP siap menghadapi tantangan ke depan,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKP Mayjen TNI Marinir (Purn) Yussuf Solichien di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Di era kepemimpinan baru ini juga, PKP bertekad untuk menjadi “Rumah Besar Para Pejuang yaitu keluarga besar TNI/ Polri, nelayan pejuang, petani pejuang, buruh pejuang, pengusaha pejuang, wanita pejuang, pemuda/ mahasiswa/ pelajar pejuang, kaum melinial pejuang dan para pejuang lainnya.

PKP juga mengokohkan diri sebagai garda terdepan dan benteng Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dari ancaman disintegrasi bangsa, radikalisme, intoleransi, kelompok kelompok yang anti Pancasila dan ancaman lainnya.

“PKP manunggal dengan rakyat berjuang untuk melidungi, meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat,” sambung Yussuf Solichien, yang juga Ketua Umum DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Ketua Umum Induk Koperasi Nelayan Indonesia (Inkoneli), anggota Dewan Kelautan Indonesia (Dekin), dan Ketua Bidang Kerjasama dan Pemasaran Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).

Ditanya mengenai perolehan suara PKP yang terus menurun sejak Pemilu 2004 dengan perolehan suara 1,4 juta, lalu turun ,menjadi 900.000 suara pada Pemilu 2009, naik menjadi 1,2 juta suara pada Pemilu 2014, dan kemudian pada Pemilu 2019 lalu hanya mampu meraih 312.000 suara, Yussuf Solichien menyebut kondisi itu sebagai tantangan besar di bawah kepemimpinannya saat ini.

“Kita tidak ingin mencari kesalahan siapa siapa, tapi ini menjadi PR kita semua. Lihat hasil pemilu yang terakhir, siapa yang mengatakan hasil itu membanggakan?” tanya Yussuf Solichien.

“Ada yang mengatakan ke saya, Pak ini ada yang menyebut PKP partai zaman wow lebih baik dan partai zaman old, tapi saya katakan hasil kan tidak bisa berbohong. Jangan terlalu bangga menyebut partai zaman wow tapi perolehan suara anjlok menjadi sangat kecil. Masalah kita bukan soal zaman wow, zaman now atau zaman old. Justru kita harus bersama-sama berjuang tanpa melihat tua muda, pangkat jabatan, status sosialnya, siapa pun orang itu yang benar-benar mendedikasikan dirinya untuk menaikkan elektabilitas suara PKP di Pemilu 2024.” bebernya.

Menurutnya, dalam dunia politik tidak hubungannya dengan umur. Siapapun yang memimpin partai, walaupun dia generasi zaman now, tapi tidak mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, maka dia akan hancur dimakan zaman.

Seperti Dinosaurus, dia hebat pada zamannya, tapi tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lungkungan, maka dia lenyap dimakan zaman.

"Apakah PKP mau menjadi seperti Dinosaurus? Jawabannya adalah tidak. Oleh karena itulah, seluruh pengurus baru PKP akan melaksanakan amanat Munaslub PKPI 2021 dengan semangat PKP Era Baru, Tekad Baru dan Semangat Baru!" tegas Yussuf Solichien.[SRIPOKU.COM]
Komentar

Tampilkan

Terkini