-->

Iklan

Dihantam Gelombang Pasang di Pesisir Susoh Abdya, Enam Rumah Rusak Parah

12 Juli, 2021, 23.14 WIB Last Updated 2021-07-12T16:14:30Z
LINTAS ATJEH |  ABDYA - Musibah gelombang pasang di pesisir pantai Susoh rutin terjadi dalam setiap tahun. Terakhir pada Mei 2020 lalu, sedikitnya 38 rumah warga rusak parah diterjang gelombang setinggi 7 meter. Bahkan akibat musibah itu seratusan warga terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Tahun ini, musibah itu kini kembali terjadi. Setidaknya 6 unit rumah warga di dua desa mengalami kerusakan dan terancam hancur disapu ombak. Gelombang pasang  itu kembali menerjang pesisir pantai di Kecamatan Susoh, Abdya, Senin (12/07/2021).

Saksi mata, Afriadi (43) menuturkan, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 05.00 WIB. Tinggi gelombang pasang kali ini diperkirakan mencapai 4 hingga 5 meter. 

"Cukup besar ombaknya. Hempasan airnya ini 15 meter sampai ke darat dan masuk ke pemukiman warga," kata Afriadi saat dikonfirmasi kesaksiannya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Afriadi menuturkan, dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa. Namun 6 unit bangunan milik warga yang berhadapan langsung dengan bibir pantai mengalami kerusakan dan ditaksir merugi hingga jutaan rupiah.

Keenam bangunan itu, terang dia, tiga diantaranya rumah para nelayan di Desa Palak Kerambil masing-masing milik Hasbi (35), Syahrial (41) dan Masril (40).

"Sementara sisanya bangunan warung/cafe di kawasan objek wisata Pantai jilbab milik Karni (56), Herri (40), serta Perisuri (24)," ungkap Afriadi, yang bertugas sebagai Babinsa setempat.

Afriadi menegaskan, pihaknya bersama dengan gabungan Polsek dan Tagana secara cepat turun ke lokasi memberikan bantuan. Kemudian mengevakuasinya ke rumah kerabat terdekat. 

"Kepada warga khususnya yang berada di pesisir, agar tetap waspada serta menjauhi pantai hingga kondisi gelombang kembali normal," imbau Afriadi.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini