-->

Geger!!! Camat Cantik Asal Aceh Tenggara Diduga Dihajar Oknum Jaksa di Sumut Gegara Perselingkuhan

12 Oktober, 2021, 20.40 WIB Last Updated 2021-10-12T13:40:52Z
Ilustrasi camat wanita dan CB, anggota DPRD Tanjungbalai yang suaminya diduga direbut oleh DP. (ist)

LINTAS ATJEH | TANJUNGBALAI - Sumatera Utara geger sejak hari Minggu (10/10/2021). Hal itu menyusul mencuatnya kabar dugaan perselingkuhan antara seorang camat perempuan yang bertugas di Aceh Tenggara berinisial DP, dengan pejabat eselon di Pemkot Tanjungbalai berinisial ARM (laki-laki).

Dugaan perselingkuhan tersebut terungkap ke permukaan setelah DP melaporkan dugaan penganiayaan yang ia alami ke Polrestabes Medan pada hari Minggu (10/10/2021).

DP mengaku dirinya dianiaya oleh sejumlah anggota keluarga CB (istri ARM), yang salah satu di antaranya termasuk oknum jaksa yang bertugas di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, berinisial MJ.

DP dan ARM digerebek oleh CB dan keluarganya saat berada di dalam mobil Pajero yang saat itu parkir di salah satu hotel di Jalan Jamin Ginting, Medan Tuntungan.

Dugaan perselingkuhan tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

"Kasusnya lagi ditangani oleh Polrestabes Medan. Itu atas dasar laporan ibu C (CB), istrinya, yang melaporkan ke Polrestabes karena dia melakukan penggerebekan langsung kepada suaminya di dalam mobil yang terparkir di salah satu hotel," ujar Hadi kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Hadi bilang, kasus ini masih didalami oleh penyidik Polrestabes Medan.

"Masih didalami oleh penyidik Polrestabes," katanya.

Laporan DP diterima oleh Satreskrim Polrestabes Medan dengan nomor STTLP/B/2013/YAN.2.5/K/X/2020/SPKT RESTABES MEDAN.

DP bilang, penganiayaan yang dialaminya ini bermula dari prasangka CB yang menudingnya selingkuh dengan ARM.

"Padahal saya gak ada hubungan apa-apa sama suami dia," terang DP, Selasa (12/10/2021).

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Perihal penggerebekan itu, awalnya, kata DP, dirinya dan ARM baru saja pulang dari Jakarta. Saat itu, ARM dijemput oleh sopirnya di Bandara Kualanamu, Deliserdang, dengan mobil Mitsubishi Pajero.

DP sendiri mengaku saat itu ingin melanjutkan perjalanan ke Medan naik kereta api Railink. Namun, ARM menawarinya tumpangan.

"Sebenarnya aku mau naik kereta api, tetapi ditawarinya aku tumpangan naik mobil. 'Ayolah, sama aja kita'," kata DP, menirukan ajakan ARM.

Lantas, DP yang tak bisa menolak tawaran ARM, pun akhirnya ikut menumpang mobil ARM.

Saat sudah sampai di Jalan Padang Bulan, Medan Tuntungan, DP mengaku mobil mereka disalip dan dicegat oleh dua mobil, yakni Fortuner dan Alphard.

Lantas, CB turun dari mobil Alphard, dan masuk ke dalam mobil Pajero yang ditumpangi oleh DP. CB lantas menyuruh sopir Pajero yang menjemput ARM untuk keluar, dan gantian menyetir mobil tersebut.

Sambil menyetir, CB mengancam DP yang duduk di bangku belakang dan menudingnya merebut suaminya.

CB lantas membawa DP dan ARM ke Kompleks Tasbih II, Jalan Setia Budi, ke rumah MJ.

Tiba di rumah MJ, DP langsung dipukul oleh MJ di bagian wajah.

"Masih sakit ini mukaku dipukulnya," kata DP.

DP dan ARM lantas disidang oleh keluarga besar CB. Yang hadir waktu itu adalah MJ, RCD (istri MJ), AS (kakak CB). Dari semua yang ikut menginterogasi DP dan ARM, yang paling keras menganiaya DP adalah AS, demikian menurut DP.

Berselang beberapa saat kemudian, suami DP, B, datang ke rumah MJ, untuk meredakan suasana dan menyarankan agar masalah tersebut dibawa ke kantor polisi terdekat.

Namun, belum sempat ke kantor polisi, anggota keluarga CB lainnya juga ikut datang. Mereka adalah dua oknum perwira yang bertugas di Polda Sumut dan di Polres Langkat.

"Yang polisi itu tidak ikut menganiaya saya. Hanya datang saja," jelas DP.

CB sendiri diketahui masih memiliki hubungan darah dengan Wali Kota Tanjungbalai nonaktif H Muhammad Syahrial Batubara yang terjerat kasus suap.

DP dan suaminya akhirnya baru bisa pulang dari rumah MJ pada Minggu paginya.

Dia dan suaminya menjalani tes visum di RSUD Pirngadi Medan sebelum akhirnya melapor ke Polrestabes Medan.

CB sendiri merupakan anggota DPRD Tanjungbalai. Tak mau kalah dengan DP, CB juga turut melapor ke Polrestabes Medan.[Indozone]
Komentar

Tampilkan

Terkini