-->

Keadaan Husnul Qatimah Bocah Perempuan di Abdya Memprihatinkan

20 Oktober, 2021, 12.53 WIB Last Updated 2021-10-20T05:54:40Z

LINTAS ATJEH | ABDYA  - Keadaan Husnul Qatimah (9) bocah perempuan, Gampong Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memprihatinkan, butuh aluran tangan para dermawan.

"Sejak lahir memang tidak normal seperti bayi lainnya, anak saya mengalami kebutaan dan lumpuh," ungkap  Halimatun Nur Suria ibu dari Husnul kepada LintasAtjeh.com, Selasa (19/10/2021). Saat berkunjung kerumahnya.


Putri ketiga dari pasangan Sukardy (38) dan Halimatun Nur Suria (34) ini mengalami kebutaan dan lumpuh sejak lahir. Selain itu Husnul Qatimah juga tidak bisa berbicara, karena lagit-langit mulutnya bocor.


"Sejak Husnul lahir dirumah sakit ia mengalami komplikasi hampir diseluruh organ tubuhnya kata dokter, anak saya ini hanya dapat menelan susu sebagai asupan tubuhnya sehari hari," jelasnya.


"Kalau tidak ada uang terkadang saya hanya berikan susu kotak yang dijual dikios-kios yang harganya tiga ribuan. Kadang saya berikan tepung beras yang dicampur air sebagai pengganti susu," ujar perempuan asal Kalimantan tersebut denga raut wajah yang sedih.


Kemudian tambah Halimah, dia mengakui dirinya berasal dari Kalimantan. Ia dan suami bertemu di Malaysia saat keduanya sama-sama menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), kemudian ikut suami tinggal di Aceh.


"Setelah melahirkan anak pertama, tahun 2007, suami saya mengajak pulang ke Aceh. Namun setelah anak ketiga lahir, sekitar tahun 2012 suami saya berpamitan ke Banda Aceh untuk mencari nafkah, kemudian sampai sekarang tak kunjung kembali sampai hari ini," ceritanya.


Menurut Halimah, Saat suaminya Sukardy pergi, anak ketiganya masih berumur 3 bulan yang kini sudah berusia 9 tahun.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


"Saat itu suami pergi dengan mobil kawannya, sekalian bawa durian dan buah semangka ke Banda Aceh, saya dan keluarga sang suami sudah berusaha untuk mencari keberadaan suami saya namun hasilnya nihil," terangnya.


Kemudian tambahnya, selama ini, untuk bertahan hidup dan menafkahi  ke tiga anak-anaknya, Halimah mencari nafkah seorang diri dengan bekerja sebagai buruh cuci dan membersihkan rumah warga sekitar.


"Kadang mencuci baju dan menyapu rumah tetangga sekitar, selain itu ada juga dapat bantuan dari pemerintah dan warga sekitar," katanya.


Halimah dan dua anak laki-lakinya, Irfan Gunawan (15) dan Rahmat Danil (13), sama-sama harus berjuang untuk bertahan dalam keadaan memprihatinkan ini. Kedua anak laki-lakinya tersebut masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).


"Harapan saya, suami cepat pulang dan anak saya kan cuman minum susu, tidak bisa makan nasi. Jadi tolonglah pemerintah atau siapa pun untuk membantu meringankan beban saya membeli susunya," harapnya.


Sementara itu, Pj. Keuchik Gampong Alue Rambot, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya, Sawal (50) mengakui bahwa Halimah hanya tinggal bersama ketiga buahhatinya, sedangkan suaminya tak tau dimana.


Sawal juga menceritakan, sebelumnya mereka berempat tinggal di gubuk kecil, kemudian rumah yang ditempati mendapat bantuan renovasi dari pemerintah. Rumah tersebut berukuran kecil yang belum sepenuhnya rampung, hanya memiliki 1 kamar dan dapur tanpa kamar mandi.


"Pada tahun 2017 yang lalu, ada bantuan rehab rumah dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar 15 Juta, melalui program Bantuan Rumah Swadaya," jelasnya.


Dia berharap, dimana pun keberadaan Sukardy ayahnya Husnul Qatimah pulang. Kasihan anak-anak, mereka juga butuh kasih sayang dari seorang ayah. Harta belum tentu bisa membahagiakan keluarga.[WA]

Komentar

Tampilkan

Terkini