-->



Caleg PNA Desak DPW Segera Proses PAW Anggota DPRK Abdya

25 Januari, 2022, 14.42 WIB Last Updated 2022-01-25T07:42:52Z

LINTAS ATJEH | ABDYA - Calon Legislatif (Caleg) tahun 2019 dari Partai Nanggroe Aceh (PNA) daerah pemilihan (Dapil) dua meliputi Kecamatan Setia, Tangan-tangan, Manggeng dan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendesak pihak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PNA segera memproses dan menindaklanjuti desakan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, atas nama T. Cut Rahman.

Koordinator Caleg PNA 2019 Dapil Dua Abdya, Tajul Fata menerangkan, seluruh Caleg PNA dapil tersebut sudah sepakat bahwa T. Cut Rahman harus diberhentikan dari anggota DPRK Abdya, Senin (24/01/2022).


"Sejauh ini administrasi untuk proses PAW sudah terpenuhi dengan lengkap untuk dilakukan proses PAW, mulai dari tidak merealisasikan butir-butir fakta integritas yang telah disepakati bersama antar caleg dapil dua yang ditandatangani di atas materai, ditambah lagi dengan tidak menghiraukan Surat Peringatan Satu (SP1) dari DPW PNA Abdya," terang Tajul.


Selain tidak menghiraukan SP1, kata Tajul, yang bersangkutan juga tidak mengindahkan SP2 dari DPW. Tentu ini bisa disebut pembangkangan terhadap DPW PNA itu sendiri.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Tajul juga menjelaskan, pihaknya menerbitkan mosi tidak percaya dari para Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK), bahkan kemudian ditambah dengan mosi tidak percaya dari caleg dapil dua, dan juga rapat pleno yang dihadiri pengurus DPW PNA Abdya, para ketua kecamatan, ketua dan anggota Perempuan Nanggroe (Perna) serta simpatisan kader pada tanggal 16 Februari 2021 yang memutuskan untuk meneruskan persoalan ini ke proses PAW.


"Selain itu, ada juga persoalan pribadi beliau yang berkembang sehingga menimbulkan keresahan kader-kader PNA. Maka dari itu kami mengharapkan kepada DPW Abdya dan DPP PNA demi konsistensi terhadap kader dan elektabilitas PNA Abdya untuk segera memproses usulan yang telah kami layangkan ke DPW PNA Abdya," harap Tajul.


Menurut Tajul Fata, sejauh ini DPW PNA Abdya terkesan seperti memperlambat proses pelaksanaan PAW tersebut. Hal ini terlihat dengan belum terealisasinya proses pergantian, sementara dokumen administrasi sudah lengkap dan sudah diserahkan kepada DPW PNA untuk diserahkan kepada DPP.


"Anehnya sampai sekarang tidak ada kabar yang menggembirakan. Kami mohon kepada DPW PNA untuk dapat menyetarakan semua kader dalam lingkup DPW PNA Abdya sehingga tidak terkesan ada anak emas, kebal sanksi dan punishment, mengingat kita berjuang bersama-sama untuk mengembangkan dan memajukan PNA," pungkas Tajul Fata.[WA]

Komentar

Tampilkan

Terkini