-->




 


Polemik Transparansi CSR PT BEL Harusnya Cari Solusi Bukan Tambah Polemik

08 Februari, 2022, 14.20 WIB Last Updated 2022-02-08T07:21:35Z

LINTAS ATJEH | NAGAN RAYA - Wakil ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya, Said Alwi Arif, SE angkat bicara terkait pro kontra dua tuntutan masyarakat "Mossi tak percaya" ke PT Bara Energi Lestari (BEL) dan aksi dukungan masyarakat terhadap Operasional PT BEL di Desa Ring 1 yang di bawah pembinaan perusahaan PT. BEL.

Said Alwi Arif, SE kepada awak media, Selasa (08/02/2022) mengatakan, terkait alokasi CSR, Bapeda dan pihak terkait harus transparan kepada masyarakat desa ring 1 harus dan wajib menyampaikan apa program mereka.


Menurut politisi Partai PNA itu, masyarakat yang berada di ring 1 harus tau, jangan hanya sebatas Bappeda dan perusahaan saja mengetahui alokasi CSR tersebut. Ini penting dipahami agar pengarahan programnya lebih efektif dan tepat sasaran.


"Karena CSR itu diutamakan untuk pemberdayaan masyarakat, bukan untuk sekelompok orang dan lebih kepada pemberdayaan atau pembangunan umum," ucapnya.


Dia meminta, pihak terkait untuk transparan dan terbuka kepada masyarakat terkait alokasi CSR tersebut. "Jelas harus transparan, agar tidak terjadi permasalahan dalam masyarakat dan tidak terjadi salah paham," harapnya.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Lanjutnya, saya juga meminta kepada masyarakat supaya tidak anarkis dan tidak berpecah belah dalam menyikapi masalah tersebut.


Menurutnya, masyarakat yang terpolarisasi dalam banyak kelompok akan menyulitkan konsolidasi untuk memenuhi tuntutan mereka.


"Terlalu banyak kelompok tak akan berhasil, yang ada lahir polemik baru (konflik), setiap ring 1 cukup satu saja paguyuban dengan kumpul menjadi satu, lakukan musyawarah dengan pihak terkait seperti Pemerintah, Bappeda, DPRK, dan Perusahaan,” imbuhnya.


“Jangan jadikan banyak kelompok-kelompok, jika banyak kelompok tak akan berhasil, harusnya bersatu mencari solusi jangan menambahkan polemik dilapangan," ucapnya.


"PT BEL sangat kita harapkan ada di Nagan Raya, bahkan Investor harus kita undang, minimal lapangan kerja bagi masyarakat ada dan kita jelaskan ke masyarakat, terkait jenjang jabatan/pendidikan terakhir," tutupnya.[Ms]

Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+