-->



Alamaak! Beredar Kabar Heboh, 'Jelang Shalat Jum'at Kemarin' Kadis Lingkungan Hidup Aceh Tamiang Diduga Salah Minum Obat

26 Februari, 2022, 17.00 WIB Last Updated 2022-02-26T10:00:35Z

Kaca meja di ruangan Kadis Lingkungan Hidup Aceh Tamiang 'pecah' akibat tumbukan sang kadis yang terkesan berlagak jagoan, pada Jum'at 25 Februari 2022 sekitar pukul 11.45 WIB kemarin.

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Beredar kabar heboh bahwa pada Jum'at 25 Februari 2022 sekitar pukul 11.45 WIB, tepatnya menjelang shalat fardhu Jum'at, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang diduga salah minum obat.

Pasalnya, akibat sejumlah staf dinas terkait sedang asyik main batu dam saat jam kerja dipergoki oleh salah seorang wartawan, sang kadis, bernama Surya Luthfi, SSTP, dikabarkan dengan arogan menuding secara membabi buta kepada staf nya yang juga mantan Kadis Lingkungan Hidup, Sayed Mahdi SP, M.Si, MMA, sebagai pihak yang membocorkan informasi kepada pihak wartawan.

Bahkan dikabarkan juga Surya Luthfi berlagak seperti jagoan, melampiaskan kemarahannya dengan memecahkan kaca meja yang ada di ruangannya dengan menggunakan tangannya sendiri 
Kadis Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Surya Luthfi, SSTP (Foto: Ist)

Apapun alasannya, perbuatan Kadis Lingkungan Hidup Aceh Tamiang bernama Surya Luthfi wajib dikecam secara keras. Apalagi jika nantinya tudingan dirinya untuk Sayed Mahdi tidak terbukti alias fitnah. Surya Luthfi benar-benar sudah salah minum obat.

Demikian disampaikan Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Aceh Tamiang, Syahri El Nasir kepada LintasAtjeh.com, Sabtu (26/02/2022) siang.

Ketua LAKI, Syahri El Nasir meminta kepada Bupati Aceh Tamiang untuk memeriksa permasalahan ini secepatnya dan mendesak Kadis Lingkungan Hidup, Surya Luthfi harus sanggup membuktikan tudingan yang dilayangkan secara membabi-buta kepada Sayed Mahdi.

"Jika telah berani menuding secara membabi-buta maka harus mampu membuktikan dengan benar, jika tidak maka harus punya nyali untuk meminta maaf secara terbuka karena telah memfitnah dan mencemarkan nama baik orang lain serta harus siap mendapat sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tegas Nasir.

Sementara itu, Rizal Pirang, yakni Wartawan yang memergoki sejumlah oknum staf Lingkungan Hidup Aceh Tamiang 'main batu dam' saat jam kerja, ketika dikonfirmasi LintasAtjeh.com melalui telepon selulernya, dengan lugas mengatakan bahwa Kadis Surya Luthfi terkesan arogan dan telah menuding Sayed Mahdi sebagai pihak yang memberi informasi kepada dirinya.

Menurut Rizal Pirang, semua omongan  Kadis Surya termasuk tuduhan dirinya untuk Sayed Mahdi ada direkam oleh nya dan bahkan sempat menasehati Kadis Surya agar jangan sembarangan melontarkan tuduhan terhadap orang lain.

Rizal Pirang menyebutkan bahwa dirinya mengetahui tentang sejumlah oknum Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang main batu dam di ruangan kerja sekretaris dinas tersebut saat jam kerja bukan melalui staf yang bernama Sayed Mahdi, tapi terlihat langsung oleh dirinya.

"Tuduhan Kadis Lingkungan Hidup Aceh Tamiang, Surya Luthfi terhadap staf yang bernama Sayed Mahdi adalah fitnah yang sangat keji dan telah mencemar nama baik Sayed Mahdi," terang Zal Pirang.

Selanjutnya LintasAtjeh.com menelpon dan mengkonfirmasi Sayed Mahdi, lalu mendapat keterangan dari Sayed Mahdi bahwa kejadian tersebut berawal pada Jum'at kemarin, saat seorang staf menyampaikan, dirinya dipanggil oleh Kadis Surya Luthfi ke ruangannya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Lalu terang Sayed Mahdi lagi, setiba dirinya di ruangan kepala dinas, ternyata di ruangan tersebut kepala dinas telah menunggu bersama dengan seseorang yang sering dipanggil 'Rijal Pirang' dan seorang pejabat fungsional lainnya yang sering dipanggil Rije.

Lanjut Sayed Mahdi, begitu dirinya masuk, pejabat fungsional (Rije) langsung meninggalkan ruangan itu, dan tinggallah mereka bertiga. Kemudian kepala dinas berkata kepada dirinya, "begini bang, aku tidak pernah mengganggu abang, dan abang jangan ganggu-ganggu aku",  sambil mengayunkan tangannya ke sudut meja yang dilapisi kaca dan kacanya pun hancur.

Setelah itu, terang Sayed Mahdi, kepala dinas pun langsung bangkit meninggalkan ruangannya. Lalu tak lama kemudian masuk Kabid pengelolaan persampahan dan LB3, Husni dan Kabid pengendalian pencemaran dan kerusakan, Sapri.

Menurut Husni, sebut Sayed Mahdi, Kadis lagi pening karena tadi pagi saat lagi rapat ada wartawan yang telepon mempertanyakan masalah pegawai Lingkungan Hidup main batu dam di kantor.

"Untuk diketahui, kejadian yang terjadi ini ada kaitannya dengan kedatangan seseorang yang mengaku wartawan (Rijal Pirang) pada hari rabu siang (23/02/2022) ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup," beber Sayed Mahdi.

Saat itu, kata Sayed, Rijal Pirang datang seorang diri ke kantor Lingkungan Hidup dan langsung menuju ke ruangan kadis dan melihat ada pegawai yang sedang bermain batu dam.

Kemudian Rijal Pirang menuju ke kantin belakang kantor, dan dirinya dengan beberapa orang pegawai berada di sana. "Rijal Pirang bertanya kepada dirinya, ada Rije pak (salah seorang pejabat), saya jawab gak tau bang. Lalu rijal pirang bertanya lagi, ada nomor hp Rije pak, lalu saya jawab sebentar bang, saya cari dulu di WA grup, lalu saya berikan nomor hp Rije kepada Rijal Pirang," terangnya lagi.

Sekitar 2 menit kemudian, kata Sayed, Rijal Pirang bertanya lagi pada dirinya, siapa yang main batu dam di ruang kadis, dan dirinya menjawab 'tidak tau', lalu bertanya kepada Rizal Pirang, 'emangnya ada suara orang main batu', dan dijawab oleh Rijal Pirang bahwa nggak ada suara tapi dirinya melihat sendiri saat masuk ke ruangan itu.

"Saat Rizal Pirang bangkit dan berjalan dari kantin menuju kembali ke kantor, kira-kira 10 langkah Rijal Pirang berjalan, saya spontan memanggilnya, dan meminta dirinya jangan menegur mereka karena saya khawatir nanti ada pula yang menuduh saya laporkan sana-sini, tapi Rijal Pirang tak peduli, dengan wajah marah langsung menuju dan masuk ke kantor LH," sebut Sayed.

"Dan ternyata benar bahwa Kadis Surya Luthfi telah menuduh saya sebagai pihak yang memberi informasi kepada Rizal Pirang. Atas tuduhan dari Surya Luthfi kepada saya, maka saya minta dirinya dapat memberikan buktinya, jika dia dapat membuktikan segala tuduhan terhadap saya selama ini, silakan tuntut saya dan saya siap mempertanggung jawabkannya dunia akhirat," tutup Sayed Mahdi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Tamiang, Surya Luthfi, SSTP, ketika dihubungi Lintas Atjeh.com, melalui telepon selulernya mengaku khilaf dan siap meminta maaf kepada Sayed Mahdi.

"Awak khilaf bang, dan saat itu benar-benar lagi panik dan nggak biasanya awak bersikap seperti itu. Awak siap mintak maaf kepada Sayed Mahdi atas kekhilafan yang awak lakukan terhadap beliau," demikian terang Surya Luthfi.[ZF]



 

Komentar

Tampilkan

Terkini