-->



Bersama Ketua DPAC Tamiang Hulu, Sejumlah Pengurus DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang Menikmati Indahnya Wisata Alam Kuala Paret

21 Februari, 2022, 05.17 WIB Last Updated 2022-02-20T22:18:51Z

Sejumlah Pengurus DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang bersama Ketua DPAC Tamiang Hulu, Zulkifli (tiga kiri) berkunjung ke lokasi wisata alam 'Kuala Paret'  di Desa Kaloy, Minggu (20/02/2022).

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Kuala Paret adalah sebuah sungai unik yang berada di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Aceh Tamiang. Sungai ini menawarkan panorama yang dihiasi dengan tebing batuan cantik serta air sungai nan jernih, segar dan arusnya yang deras.

Minggu (20/02/2022), Ketua DPAC Partai Demokrat, Kecamatan Tamiang Hulu, Zulkifli, mengajak sejumlah Pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten  Aceh Tamiang untuk menikmati keindahan dan keunikan sungai Kuala Paret.

Diterangkan oleh Zulkifli bahwa Kuala Paret menawarkan keindahan sungai yang lain daripada yang lain, karena para wisatawan akan disuguhkan dengan sungai yang mengalir di tebing-tebing bebatuan.
Ketua DPAC Partai Demokrat Kecamatan Tamiang Hulu, Zulkifli

Tebing-tebingnya sangat indah, yang seolah menghiasi sungai tersebut. Para wisatawan bisa bermain di air yang segar tersebut, namun tentunya harus berhati-hati karena arus di sungai tersebut cukup deras.

"Duduk-duduk santai juga bisa kita lakukan sembari melihat panorama sungai unik tersebut. Kita bisa duduk diatas bebatuan sambil menikmati keindahan alam ciptaan Sang Maha Kuasa. Tempat ini memang sangat menawan, sangat cocok bagi kita yang ingin berlibur serta menghindar sejenak dari rutinitas sehari-hari yang menjemukan," ungkapnya.

Zulkifli juga menyebutkan bahwa secara administratif, lokasi dari sungai Kuala Paret terletak di Desa Kaloy, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. Untuk mencapai ke lokasi Kuala Paret, setidaknya wisatawan harus menempuh jarak sekitar 40 kilometer dari ibukota Aceh Tamiang yaitu Karang Hulu. 

"Walaupun begitu, jangan takut, para wisatawan yang datang ke sana tidak akan tersesat. Setibanya di pekan Pulau Tiga, yang merupakan pusat kota di Kecamatan Tamiang Hulu terdapat petunjuk yang mengarahkan agar belok ke kiri hingga ke lokasi. Di sana, sebuah papan nama bertuliskan Objek Wisata Kuala Paret terpampang di pinggir jalan. Untuk mencapai lokasi objek wisata, pengunjung hanya harus menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer lagi," terangnya lagi.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Adlansyah, Ketua DPAC Partai Demokrat Kecamatan Bendahara yang ikut dalam rombongan menyampaikan rasa kagumnya terhadap keindahan wasata alam Kuala Paret. Kata Adlan, warna air sungai yang kontras seolah menjadi oase di tengah perbukitan yang dipenuhi dengan pepohonan hijau. Rimbunnya pepohonan disekitar sungai juga menambah kesan alami dan rindang pada tempat wisata ini.

"Indah sekali, saat tiba di lokasi Kuala Paret terdengar suara gemericik air yang mengalir serta menerpa tebing batu yang berada di kanan dan kiri sungai. Derasnya air yang mengalir di sungai seolah mengundang selera kita untuk segera menanggalkan pakaian lalu menceburkan diri ke segarnya air," ujar Adlan.

Lanjut Adlan, keindahan dari Kuala Paret nyatanya berbanding terbalik dengan fasilitas yang tersedia sebagai penunjang pariwisata. Masih sangat minim ditemui fasilitas umum seperti kamar mandi, toilet, tempat ibadah dan juga tempat istirahat bagi wisatawan. Di sekitar lokasi dari sungai ini juga sedikit kesulitan untuk menemukan warung atau toko yang menjual makanan dan minuman.

Adlan mengatakan, lokasi wisata Kuala Paret sangat diperlukan pembenahan dan pembangunan fasilitas untuk lebih menarik minat wisatawan berkunjung dan hal ini harus menjadi perhatian dari pihak pemerintah.

"Sudah seharusnya bagi pemerintah untuk memajukan dan mempromosikan lokasi Kuala Paret dan berupaya membangun fasilitas pendukung untuk wisata alam ini, seperti akses jalan, kamar mandi, toilet, tempat ibadah dan juga tempat istirahat bagi wisatawan. Sehingga para wisatawan yang mengunjungi Kuala Paret akan merasa nyaman," ungkap Adlan.

Sementara itu, Bapilu DPC Partai Demokrat Kabupaten Aceh Tamiang, Haryono, juga menyampaikan bahwa dirinya merasa takjub terhadap keindahan di lokasi wisata alam sungai Kuala Paret.

Kata Haryono, saat tiba di lokasi, terdengar gemuruh air sungai yang melewati bebatuan memadati indra pendengar. Ditambah lagi dengan suara burung berkicau. Objek wisata air Kuala Paret memang begitu eksotis, terlebih dihimpit oleh perbukitan. Rasanya cukup untuk membayar perjalanan yang telah ditempuh yang lumayan melelahkan itu

Pria yang kesehariannya akrab disapa dengan sebutan Wak No mengaku kagum dengan objek wisata Kuala Paret. Sebab menurutnya, objek wisata tersebut terlihat masih alami. Lanjutnya lagi, ketika berada di puncak bukit, wisatawan bisa melihat dengan jelas aliran sungai Kuala Paret yang meliuk-liuk bagaikan ular raksasa. 

Sembari melakukan pemotretan dan merekam panorama sungai unik tersebut dengan camera 'Grand Canyon', Wak No menyampaikan bahwa sungai Kuala Paret sangat layak dikunjungi, karena keunikannya serta keindahan berupa bebatuan alami yang ada di sisi-sisi sungai, dan berharap semoga Pemkab Aceh Tamiang berupaya membangun serta mempromosikan destinasi wisata Kuala Paret karena pariwisata merupakan salah satu sumber PAD yg paling besar dan cepat menghasilkan.

"Kita berharap semoga Pemkab Aceh Tamiang berupaya membangun serta mempromosikan destinasi wisata Kuala Paret karena pariwisata merupakan salah satu sumber PAD yg paling besar dan cepat menghasilkan," ungkap Wak No. Jika pemkab merasa kesulitan untuk membangun lokasi wisata ini, saya rasa, bisa mengajukan usulan ke Kementrian Pariwisata di Jakarta. Dengan membawa dokumentasi juga video grand canyon Aceh Tamiang 'Kuala paret'. Pasti mereka akan tercengang atas keindahan serta keunikan sungai Kuala Paret," demikian ungkap Wak No.[ZF]



Komentar

Tampilkan

Terkini