-->




 


HMI Cabang Blangpidie Desak Instansi Terkait Pecat dan Tangkap Yaqut

25 Februari, 2022, 11.09 WIB Last Updated 2022-02-25T04:13:00Z

LINTAS ATJEH | ABDYA - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendesak pihak terkait untuk memanggil dan memeriksa saudara Yaqut Mentri Agama, atas statement yang di keluarkan beberapa hari yang lalu, Jum'at (25/02/2022).

 

Ketua Umum HMI Cabang Blangpidie melalui Kabid Pemberdayaan Umat (PU) Tahirudin menyampaikan, sungguh disayangkan atas apa yang sudah disampaikan oleh seorang Menteri Agama Yaqut karena melarang suara azan di masjid dengan alasan tergganggu kenyamanan orang lain.


"Saya rasa itu perlu dipertanyakan, seberapa banyak orang terganggu dengan suara azan, karena itu merupakan panggilan Tuhan bagi umat Islam. Toh kami tidak terganggu sedikit pun. Kami merasa pernyataan Yaqut telah menyakiti hati umat Islam," jelasnya.


Seharusnya kata Aktivis HMI Abdya itu, Menag harus memperlihatkan sikap netralitasnya. Karena di Indonesia ada berbagai macam keyakinan dan sudut pandang dalam agama.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


"Kami rasa perlu dipertanyakan juga, sebenarnya agama dan kepercayaan Yaqut itu apa? Ini seolah-olah mengalihkan isu minyak goreng," jelasnya.


Sementara itu Ketua Umum HMI Cabang Blangpidie Mohammad Azmi Sulaiman membenarkan pihaknya juga mendesak Presiden Jokowi, Kapolri dan pihak terkait lainnya untuk memanggil, dan memeriksa Yaqut terkait statement yang tidak sesuai dengan stabilitas keamanan negara. 


Azmi mempertegas kepada pihak terkait agar menindaklanjuti perkara tersebut sesuai aturan yang berlaku. Jika terbukti bersalah maka HMI Cabang Blangpidie meminta pihak terkait untuk memecat dan menangkap Yaqut. 


"Kami sebagai penganut agama islam yang taat aturan akan terus mengawal perkara ini hingga selesai, jika umat islam diam ketika agamanya di hina oleh segelintir orang gantikan saja bajunya dengan kain kafan," ujarnya. 


"Saya rasa Presiden Joko Widodo telah salah memilih Kementerian Agama, dan Yaqut tidak layak jadi Menag RI," tutupnya.[WA]

Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+