-->




 


Menjelang Muscab, Terendus Isu Praktik Politik Uang di Internal DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang

07 Februari, 2022, 23.27 WIB Last Updated 2022-02-11T09:51:10Z

Foto: Ilustrasi

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Menjelang Muswarah Cabang (Muscab) DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang yang akan digelar sekitar akhir Februari 2022 mendatang, terendus isu praktik 'politik uang' yang diduga dilakukan oleh salah seorang pengurus cabang setempat.

Dikabarkan saat ini para  pengurus DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang beserta sejumlah pimpinan anak cabang (PAC) sedang berada di Banda Aceh untuk melaporkan terkait isu praktik uang yang diduga dilakukan oleh salah seorang pengurus ke Kantor DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh.
Pengurus DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang beserta 7 DPAC melaporkan oknum SS ke DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh di Banda Aceh, Senin (07/02/2022).

Terkait perihal tersebut, Senin (07/02/2022) sore, LintasAtjeh.com berupaya menghubungi Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang, Nora Idah Nita, SE, melalui telepon selulernya namun setelah beberapa kali dibell tidak diangkat.

Selanjutnya LintasAtjeh.com mencoba menghubungi Ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang, Ansyari Asnawi melalui pesan WhatsApp (WA).

Saat dikonfirmasi, Ansyari Asnawi membenarkan tentang isu praktik 'politik uang' yang diduga dilakukan oleh salah seorang oknum pengurus DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang dan Ansyari menjelaskan bahwa oknum tersebut berinisial SS.
"Iya benar, beberapa waktu yang lalu para pimpinan anak cabang hadir ke Kantor DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang dan melaporkan kejadian tersebut dihadapan pengurus DPC, ada Wakil Ketua 1 DPC Partai Demokrat Aceh Tamiang, M. Nur, Sekretaris, Bendahara, Wakil Bendahara, Bapilu, Ketua BPOKK, Wakil BPOKK, 7 pengurus kecamatan dan pengurus harian lainnya. Mereka melaporkan bahwa mereka didatangi oleh oknum pengurus DPC yang berinisial SS ke rumah mereka masing-masing. Bahkan ada yang dijemput lalu dibawa ke rumah SS, lalu disodorkan surat yang mereka akui tidak tau persis isinya, kemudian surat tersebut disuruh tandatangani oleh SS," jelas Ansyari melalui WA-nya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Ansyari turut menyampaikan bahwa sejumlah pimpinan anak cabang juga melaporkan, SS mengatakan kepada mereka, hal tersebut dilakukan oleh SS karena diperintah oleh DPD. Selain menyodorkan surat untuk mereka tandatangani, oknum SS juga ada menyerahkan uang kepada mereka. Uang tersebut ada yang diserahkan langsung oleh SS dan ada yang diserahkan melalui perantara.
"Dugaan pemberian uang (praktik politik uang) terjadi di empat daerah pimpinan anak cabang yaitu di pimpinan anak cabang Kecamatan Kota Kualasimpang, Sekerak, Bandar Pusaka dan Kecamatan Tamiang Hulu," beber Ansyari.

Lanjutnya, semua permasalahan tersebut sudah dicatat ke dalam berita acara resmi dan segera akan disurati secara resmi ke DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh dengan tembusan DPP Partai Demokrat 
"Tadi kami, yakni saya yang didampingi Sekretaris DPC, Bappilu DPC, satu anggota BPOKK dan satu orang dari unsur Anggota DPRK Aceh Tamiang serta 7 dewan pimpinan anak cabang sudah melaporkan secara lisan ke Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh melalui Bagian BPOKK DPD dan dihadiri oleh unsur BAPILU DPD Partai Demokrat Provinsi Aceh," terang Ansyari.

"Selain melaporkan tentang dugaan praktik politik uang yang dilakukan oleh SS, kami juga melaporkan tentang hal lainnya yang terkait isu-isu negatif yang dikembangkan oleh oknum SS selama ini," pungkasnya.

Saat berita ini ditayangkan, LintasAtjeh.com, belum dapat mengkonfirmasi SS.[*/Red]

Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+