-->




 


Rana Duka Masyarakat Lingkar Tambang Minyak Tradisional di Rantau Peureulak

17 Maret, 2022, 13.23 WIB Last Updated 2022-03-17T06:24:03Z

LINTAS ATJEH | ACEH TIMUR - Pasca terbakarnya sumur minyak tradisional di Gampong Mata Ie, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur yang memakan korban jiwa 2 orang meninggal dunia dan seorang dalam keadaan kritis itu menjadi kisah duka dan merana masyarakat setempat.

Pasalnya, hasil dari sumur yang terbakar pasca tragedi itu hingga saat ini terus diambil oleh pihak kepolisian dari Polres Aceh Timur dan belum diketahui peruntukannya. 


Padahal jika dilihat dari kejadian sebelumnya yang memakan korban jiwa 21 orang meninggal dunia tahun 2018, pihak kepolisian langsung menutup sumur yang terbakar dan tidak diambil minyaknya dari hasil sumur tersebut.


Hal tersebut disampaikan salah seorang warga Kecamatan Rantau Peureulak yang tidak ingin disebutkan namanya demi keamanan kepada LintasAtjeh.com, Kamis (17/03/2022), di Rantau Peureulak.



"Seandainya hasil dari sumur minyak yang terbakar tersebut untuk disantuni para korban mungkin lebih enak dilihat oleh masyarakat sini," ujarnya.


Ia juga menjelaskan bahwa dengan adanya kegiatan pengeboran sumur minyak tradisional di Kecamatan Rantau Peureulak ini menjadi sumber mata pencaharian utama sehingga dapat meningkat taraf hidup perekonomian masyarakat setempat.


"Sumur minyak tradisional ini merupakan sumber mata pencaharian masyarakat disini sehingga dapat hidup sejahtera. Dahulu pemerintah tidak pernah memperhatikan kehidupan masyarakat disini," ungkapnya.


"Dengan adanya kegiatan pengeboran minyak tradisional disini sehingga masyarakat bisa bernafas. Jadi, kami lebih baik mati terbakar dari pada mati kelaparan," imbuhnya.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Ia berharap agar Pemerintah Aceh ataupun pusat dapat melegalkan kegiatan pengeboran minyak tradisional di Aceh Timur yang dikelola oleh masyarakat saat ini sehingga tidak ada lagi praktek pungli ketika minyak itu keluar untuk dijual.


"Kegiatan disini seperti setoran keamanan sudah menjadi rahasia umum, tetapi begitu ada tragedi kebakaran mengapa masyarakat yang dipersalahkan, kemana bapak-bapak yang mematok setoran itu ?," ketusnya.


Sementara itu, Kapolres Aceh Timur AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat, SIK saat dikonfirmasi LintasAtjeh.com melalui telepon seluler tidak mengangkat dan pesan WhatsApp yang mempertanyakan dikemanakan dan untuk apa minyak-minyak itu diambil pihak kepolisian itu belum terjawab.[Sm]

Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+