-->



Disaksikan Presiden Jokowi, Zubaidah T Guru Honorer Terima Penghargaan Hari Kartini

21 April, 2022, 17.11 WIB Last Updated 2022-04-21T10:11:03Z

Ibu Ratna Megawangi saat menyerahkan
 penghargaan kepada Zubaidah (Foto/Ist)

LINTAS ATJEH | ACEH SELATAN - Zubaidah T SPd (51) seorang guru honorer SD Negeri 1 Terbangan Kecamatan Pasieraja,  Kabupaten Aceh Selatan, menerima penghargaan kategori bidang pendidikan pada peringatan Hari Kartini.

Penghargaan tersebut diserahkan  oleh Ibu Ratna Megawangi istri dari Bapak Sofyan Djalil, Menteri Agraria dan Pertanahan Indonesia dan disaksikan langsung oleh  Presiden, Bapak Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/04/2022).


Zubaidah salah seorang wanita dari Provinsi Aceh yang diundang bersama 10 orang wanita berjasa dan berdedikasi dari seluruh Indonesia.


Zubaidah kepada Lintas Atjeh.com, mengatakan, Alhamdulillah pada tahun dirinya dari Provinsi Aceh diundang ke Istana Negara untuk menerima penghargaan di Hari Kartini.


Penghargaan ini, tambah Zubaidah, merupakan karunia dari Yang Maha Kuasa di bulan suci Ramadhan ini. Dapat berhadapan dan bersalaman langsung dengan orang nomor satu di Indonesia, yaitu Presiden, Bapak Joko Widodo.


"Ucapan terima kasih saya ucapkan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan  Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Aceh Selatan dan Provinsi Aceh serta Kepala bersama dewan guru SD Negeri 1 Terbangan yang telah banyak membantu hingga meraih penghargaan yang sangat bergengsi ini," ujar Zubaidah.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Sementara Kepala SD Negeri 1 Terbangan Kecamatan Pasieraja, Kabupaten Aceh Selatan, Hubbul Wathan SPd, memberikan apresiasi atas keberhasilan gurunya yang terpilih sebagai perempuan berjasa dan berprestasi kategori bidang pendidikan tingkat Provinsi Aceh tahun 2022.

Zubaidah salah seorang guru honorer SD Negeri Terbangan, Zubaidah T, diundang secara khusus untuk menerima penghargaan pada puncak Peringatan Hari Kartini tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta.


“Ini merupakan prestasi yang dipersembahkan seorang guru honorer di tingkat nasional dengan mengharumkan nama SD Negeri 1 Terbangan Kabupaten Aceh Selatan,” kata Hubbul Wathan.


Dikatakannya, pihak Dinas Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Aceh Selatan, menghubungi pihak sekolah untuk merekomendasikan Zubaidah dengan biodata lengkapnya. 


Kemudian kata Hubbul, setelah dikirim biodatanya ke DP3AKB Aceh Selatan diteruskan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Aceh pada tanggal 7 April 2022 lalu, menindaklanjuti perihal surat yang sama dari dinas dimaksud.


Dalam surat itu disebutkan bahwa, ada tiga pertimbangan alasan Zubaidah T berhak mendapatkan penghargaan tersebut.


Pertama, yang bersangkutan memiliki dedikasi tinggi terhadap segala aspek dibidang pendidikan baik formal maupun non formal.


Kedua, permpuan single perent ini mempunyai seorang putri yang sedang melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Negeri Malang, Jawa Timur dan menyekolahkan satu orang anak angkat yang putus sekolah berusia 10 tahun dari keluarga tidak mampu.


Ketiga, Zuabaidah sudah menjadi tenaga pendidik honorer sejak tahun 2004 sampai sekarang ini.


"Selain itu, pihak DP3AKB memaparkan aktivitas Zubaidah selama ini. Diantaranya sebagai tenaga guru honorer di SD Negeri 1 Terbangan, Pasieraja sedang mengikuti program pendidikan calon guru penggerak angkatan IV Kabupaten Aceh Selatan," ujar Hubbul.


Selanjutnya, sebagai Ketua II TPPKK Kecamatan Pasieraja dan penggiat sekaligus Ketua Sanggar Seni Chipta Phon Na yang merekrut anak-anak putus sekolah.


"Namanya diusulkan oleh DP3AKB Kabupaten Aceh Selatan dan Alhamdulillah lulus dan terpilih mewakili Provinsi Aceh. Hingga akhirnya secara khusus diundang ke Istana Negara menerima penghargaan pada puncak Peringatan Hari Kartini," imbuhnya.


Hubbul merasa bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh gurunya apalagi masih guru honorer dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BP3AKB Kabupaten Aceh Selatan.


"Semoga menjadi motivasi bagi guru-guru yang lain untuk memajukan pendidikan khususnya di Aceh Selatan dan Aceh pada umumnya," ucapnya.[Datok R/Baihaki]

Komentar

Tampilkan

Terkini