-->




 


KPA: Lawatan ke Negeri Paman Sam, Eksekutif Legislatif Melukai Hati Rakyat Aceh

12 Mei, 2022, 20.30 WIB Last Updated 2022-05-13T02:37:40Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Kaukus Peduli Aceh (KPA) mengecam keras keinginan pimpinan DPRA dan Pemerintah Aceh untuk melakukan lawatan ke Amerika Serikat dalam waktu dekat karena dinilai sangat melukai hati rakyat yang tengah berjuanh berjuang di tengah kesulitan dan keterpurukan ekonomi.

"Sungguh memilukan, dikala Aceh sebagai daerah termiskin di Sumatera, dikala rakyat sedang terengah-engah mencoba bangkit dari keterpurukan ekonomi, di tambah lagi banyaknya musibah yang melanda akhir-akhir ini. Para petinggi Aceh baik dari kalangan eksekutif maupun legislatif malah memilih untuk terbang ke Negeri Paman Sam dengan dalil penguatan kerjasama pendidikan. Padahal publik jelas-jelas telah menilai dari sudut pandang lainnya yakni adanya rencana terselubung menggunakan APBA untuk jalan-jalan, atau adapula yang menilai ada kemungkinan upaya kompromi terselubung eksekutif dan legislatif di manca negara hingga ada yang menilai adanya skema peredaman legislatif melalui sesuatu yang menyenangkan," ungkap Koordinator KPA Muhammad hasbar Kuba kepada media, Kamis malam (12/05/2022).

Menurut Hasbar, belajar dari pengalaman kunjungan luar negeri pemerintah Aceh ke Qatar dan UEA yang tidak menghasilkan apa-apa bagi rakyat Aceh, patut diduga perjalanan kali ini juga akan berakhir sama, hanya untuk berpoya-poya anggaran rakyat semata.

"Apa urgensi Pemerintah Aceh dan DPRA jika harus memenuhi undangan tersebut dalam jumlah mencapai belasan orang. Jika memang untuk kerjasama cukup dengan kehadiran kepala BPSDM dan satu atau dua pihak berkapasitas lainnya, "jelas Hasbar.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Hasbar menambahkan, sikap yang dipertontonkan oleh pemerintah Aceh dan DPRA justru mengiris hati Rakyat Aceh yang sedang dalam kesulitan ditengah hiruk pikuk pandemi Covid-19. 

"Hari ini Rakyat Aceh dalam keadaan susah, harga bahan pokok yang melonjak, kelangkaan minyak goreng serta kelangkaan BBM baik solar maupun pertalite sudah sangat menyakiti masyarakat. Ditambah melihat para pejabat di Aceh menikmati fasilitas negera seenaknya untuk jalan-jalan keluar negeri, patut dipertanyakan dimana nurani para pejabat itu," tegasnya.

Hasbar juga mengapresiasi sikap tegas pimpinan DPRA, Safaruddin yang memilih untuk tidak ikut dalam rombongan lawatan ke Amerika.

"Patut diacungi jempol, salah satu pimpinan DPRA lebih memilih untuk pulang kampung mengunjungi masyarakat dan membantu kesulitan-kesulitan masyarakat. Ini baru namanya politisi muda yang mengerti kepiluan hati masyarakat. Bah abeh peng APBA meunyoe untuk bantu kesusahan masyarakat, daripada abeh peng APBA untuk wiet-wiet u Amerika hana jelah manfaat," pungkasnya.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini

hukrim

+