-->

Plt Sekretaris Askab PSSI Aceh Tamiang Sangat Mengapresiasi 'Terobosan TNI AD' Gelar Liga Santri

21 Juni, 2022, 04.00 WIB Last Updated 2022-06-21T14:48:18Z

Plt Sekretaris Askab PSSI Aceh Tamiang, Syahriel Nasir, S.Kom (dua kiri) bersama seluruh unsur Forkopimda dampingi Bupati Mursil melakukan tendangan kick of pada pembukaan Liga Santri di Lapangan Sepakbola Kota Kualasimpang, Senin (20/06/2022).

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Eksistensi pesepakbola nasional yang berasal dari santri, cukup mendasari TNI Angkatan Darat untuk merekrut potensi santri di berbagai daerah.

Motivasi itu diwujudkan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, dengan menggelar kompetisi sepakbola bertajuk Liga Santri.

Liga Santri PSSI Piala Kasad Tahun 2022 di wilayah Aceh Tamiang, Provinsi Aceh telah resmi bergulir dan acara pembukaan dipimpin langsung oleh Dandim 0117/Atam, Letkol Czi. Alfian Rachmad Purnamasidi, SIP, M.Si, di Lapangan Sepakbola Kota Kualasimpang, Senin (20/06/2022).

Penyelenggaraan Liga Santri di wilayah Aceh Tamiang diikuti oleh empat tim, yakni Pondok Pesantren Darul Mukhlisin FC,  Pondok Pesantren Tahfidz Qur'an Al Fuad FC, Pondok Pesantren Sabilul Ulum FC, dan Pondok Pesantren Manarul Islam FC 

Plt Sekretaris Askab PSSI Aceh Tamiang, Syahriel Nasir, S.Kom, kepada LintasAtjeh.com menyampaikan bahwa dirinya sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan TNI AD.

"Bagi saya, ini terobosan baru, dan sebuah kepedulian yang luar biasa dari TNI kita," ungkapnya.

Nasir menegaskan, olahraga merupakan wadah yang bisa mempersatukan bangsa.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

"Jadi di Liga Santri ini tidak ada lagi bicara kasta, ras, dan lain-lain, semuanya menjunjung tinggi sportifitas dan meninggalkan status itu. Semuanya melebur menjadi satu dalam olahraga," ucapnya.

Dia melanjutkan, Askap PSSI Aceh Tamiang mendukung penuh bergulirnya Liga Santri Piala Kasad, khususnya di wilayah Aceh Tamiang.  Menurutnya, ini bagian dari pembinaan pesepakbola muda yang ada di Aceh Tamiang, khususnya dari kalangan Santri sehingga muncul pemain-pemain professional dari daerah ini.

"Pertandingan nanti akan diselenggarakan sesuai dengan rule of the game, sesuai dengan aturan federasi sepakbola PSSI," katanya.

Lebih jauh dikatakan, banyak pemain sepakbola Indonesia yang menjadi pemain timnas berasal dari pesantren seperti Asnawi Mangkualam (Pesantren di Makassar), Witan Sulaeman (Pesantren Syaikh Zainuddin Abdul Majid Anjani di NTB), Dedik Setiawan (Pesantren Liang Gunung), Nadeo Agrawinata (Pesantren Al-Husna, Kediri), dan Evan Dimas (Pesantren NU Shafta Lontar Citra, Surabaya).

"Liga Santri akan diawali dengan penyisihan tingkat kabupaten/kota, lalu berlanjut ke provinsi di bulan Agustus hingga September 2022 dan tingkat nasional di bulan September hingga 22 Oktober 2022," beber Nasir.

Menurutnya, seluruh pertandingan Liga Santri, khusus di wilayah Aceh Tamiang diawasi oleh Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Aceh Tamiang bekerja sama dengan Kodim 0117/Atam. 

"Format Liga menggunakan home tournament dengan sistem pertandingan setengah kompetisi. Kuota nasional yang disediakan yaitu 34 klub juara provinsi ke putaran nasional. Rencananya, pembukaan digelar di Jawa Timur dan penutupan di Jakarta. Ini wadah untuk menjalin silaturahmi, apalagi antar santri di Indonesia. Kami pun berharap liga ini dapat menghasilkan atlet dengan karakter bagus dan sportivitas yang tinggi," tutup Nasir.[ZF]
 

Komentar

Tampilkan

Terkini