-->

Basarnas Banda Aceh Evakuasi ABK M/V Lin Hai 6

04 Agustus, 2022, 13.12 WIB Last Updated 2022-08-04T06:14:26Z


LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Tim Rescue Basarnas Banda Aceh bersama unsur terkait melakukan evakuasi terhadap seorang anak buah kapal (ABK) M/V Lin Hai 6 yang mengalami kecelakaan kerja di perairan Selat Malaka, Kamis (04/08/2022).

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain mengatakan, korban atas nama Rei Wencay (39), warga negara China yang mengalami luka robek pada bagian perut dengan lebar lebih kurang 12 Cm.


"Saat kejadian korban sedang melakukan perbaikan peralatan kebersihan di kapal M/V Lin Hai 6, tipe Cargo (Bulk Carrier) berbendera Panama. Lokasi kapal berada di perairan selat Benggala, Kabupaten Aceh Besar dengan koordinat 5° 41'N - 95° 15'E dari KN SAR Kresna – Titik Medevac," ungkap Ibnu.


Dijelaskannya, kapal M/V Lin Hai 6 tersebut sedang berlayar dari Singapura menuju Angola. Saat itu korban sedang melakukan perbaikan peralatan kebersihan dan tanpa disengaja salah satu peralatan yang di gunakan korban mengenai perut, sehingga mengakibatkan luka robek sepanjang lebih kurang 12 cm dengan kedalaman 3 cm pada bagian perut.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


Lanjutnya, pasca kecelakaan kapten kapal langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Agen PT. Sea Asih Line dan di teruskan ke Basarnas Banda Aceh.


"Sekira pukul 22.30 Wib Tim Rescue Basarnas Banda Aceh bersama unsur terkait langsung bergerak ke titik Intercep menggunakan KN. SAR Kresna 232 untuk melakukan evakuasi medis terhadap korban. Tim medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas II Banda Aceh memeriksa kondisi korban dan melakukan Swab antigen di atas M/V Lin Hai 6," terang Ibnu.


Tambahnya, sekira pukul 00.45 Wib setelah dinyatakan aman oleh tim Medis, Rescuer Basarnas Banda Aceh langsung mengevakuasi korban menggunkan tandu ke atas Kapal KN Sar Kresna 232 dan membawa korban menuju pelabuhan Uleelheu.


Selanjutnya korban di evakuasi ke RSUD Zainal Abidin menggunakan ambulance Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas II Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. [*]

Komentar

Tampilkan

Terkini