-->

Akibat Abrasi Sungai, 20 Makam di Kampung Durian Aceh Tamiang Terpaksa Dipindahkan

12 Januari, 2023, 21.42 WIB Last Updated 2023-01-12T14:43:07Z

Masyarakat Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang, bergotong-royong membongkar dan memindahkan 20 makam yang terdampak oleh abrasi sungai, Kamis (12/01/2023).

LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - Sebanyak 20 kuburan di Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang terpaksa dibongkar dan dipindahkan ke tempat lain karena abrasi sungai

Proses pembongkaran dan pemindahan 20 makam tersebut dilakukan oleh masyarakat secara gotong royong selama dua hari, pada 11-12 Januari 2023.

Pemindahan ini dampak dari longsornya pinggiran tebing sungai akibat meningkatnya debit air dalam tiga hari terakhir.

Warga mengatakan, pemindahan hari pertama hanya bisa dilakukan terhadap 10 makam, sisanya dipindahkan pada Kamis (12/01/2023).

"Pemindahan ini dilakukan secara gotong-royong," kata Irwan Effendi.

Irwan yang juga anggota DPRK Aceh Tamiang ini mengatakan, warga khawatir kalau 20 makam itu tidak dipindahkan akan hanyut ke sungai.

Saat ini, seluruh makam telah dipindahkan ke TPU baru yang berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi awal.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Makam baru tersebut merupakan tanah wakaf yang posisinya tidak terlalu menjorok ke sungai.

"Sebenarnya tidak jauh, tapi lebih aman karena tidak menjorok ke sungai," papar dia.

Dijelaskannya, selama proses pemindahan ini warga didampingi pihak Dinas PUPR Aceh Tamiang dan BPBD Aceh Tamiang.

Dia pun berharap ada tindak lanjut penanganan dari pemerintah karena tanah yang tergerus abrasi cukup besar.

'Saya prediksi sekitar 200 meter, ini sangat bahaya dan sangat meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Irwan menyadari tanggung jawab penanganan daerah aliran sungai (DAS) merupakan wewenang Pemerintah Aceh.

"Kita berharap pihak provinsi bersedia turun ke lokasi agar langsung bisa merencanakan perbaikan tebing sungai," ungkap Irwan.[ZF]

 


 

Komentar

Tampilkan

Terkini