-->

Ini Tanggapan Wakil Ketua Komisi II DPRK Langsa Terkait Video Viral di Truffle Box Resto

13 Maret, 2023, 17.00 WIB Last Updated 2023-03-13T10:01:38Z


LINTAS ATJEH | LANGSA - Guna mencegah terulangnya kembali kejadian seperti beredar cuplikan video viral sejumlah wanita melakukan kegiatan pelanggaran syariat islam di salah satu resto ternama Kota Langsa, Satpol PP dan Wilayahtul Hisbah (WH) harus meningkatkan pengawasan di seluruh area publik.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRK Langsa, Jeffry Sentana melalui pesan WhatsApp kepada LintasAtjeh.com, Senin (13/04/2023).


Menurutnya, dalam menjalankan UUPA Nomor 11 Tahun 2006 Hukum Syariat Islam yang diberlakukan di Aceh harus ditegakkan. Peran Satpol PP dan WH Kota Langsa diperlukan sebagai wadah terdepan yang mengawasi, mengadvokasi dan melakukan sosialisasi.


“Jika kita ingin fokus terhadap penegakan Syari'at Islam, maka pengawasan harus ditingkatkan dengan konsep pencegahan mengidentifikasi ruang publik yang berpotensi terjadinya pelanggaran Syari'at Islam," kata Jeffry.


TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM


"Apabila personil Satpol PP dan WH dapat ditempatkan di tempat yang rawan akan pelanggaran syariat islam seperti Cafe, Warung Kopi, Coffe Shop dan area titik kumpul muda-mudi lainnya maka potensi pelanggaran menjadi sangat kecil dan tidak kembali terulang di seluruh wilayah Kota Langsa," imbuhnya.


Politisi muda ini menjelaskan, dalam menjalankan konsep pencegahan tersebut diperlukan suatu sistem dengan sinkronisasi seluruh elemen masyarakat maupun perangkat Pemerintah Kota Langsa yang dijadikan prioritas komitmen dalam mengatasi maraknya pelanggaran Syari'at Islam.


"Terkait kisruhnya video kemarin, pertama pelanggarannya terhadap perilaku Individu maka yang dihukum itu oknum pelakunya dan menurut aturan, bentuk hukuman itu hanya dalam bentuk pembinaan dan ini sudah dilakukan," pungkas Jeffry Sentana. [Sm]

Komentar

Tampilkan

Terkini