-->

Muhammad Syah Dirut Bank Termuda di Indonesia, Ini Rekam Jejaknya

17 Maret, 2023, 20.57 WIB Last Updated 2023-03-17T17:00:18Z

Dirut Bank Aceh Syariah periode 2023-2027, Muhammad Syah (tengah) saat didampingi Direktur Operasional dan Direktur Kepatuhan Bank Aceh Syariah [Foto: Net]

LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Kamis 09 Maret 2023 lalu, melantik Muhammad Syah sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bank Aceh Syariah (BAS) periode 2023-2027, dalam RUPS-Luar Biasa.

Pria kelahiran Meureudu 26 Januari 1979 itu, akhirnya sampai ke puncak tertinggi di bank yang sudah ditekuninya selama 18 tahun.
  
Dengan begitu Muhammad Syah menjadi Direktur Utama di jajaran direksi, bahkan diikabarkan bahwa suami dari Rina Fitriana tersebut dikabarkan menjadi Dirut Bank  termuda di Indonesia

Diketahui Ayah tiga anak yang diberi mandat sebagai Dirut PT Bank Aceh Syariah (BAS) periode 2023-2027, oleh Pj Gubenur Aceh, Achmad Marzuki, Kamis 09 Maret 2023 lalu, merintis karir dari bawah.

"Saya berpesan agar seluruh jajaran direksi dapat memacu kinerja lebih baik lagi," demikian pesan Achmad Marzuki kepada aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan pecinta kucing, Muhammad Syah.

Jalan Muhammad Syah menuju kursi Dirut Bank Aceh Syariat terbilang unik dan penuh kesan. Ia mengawali karirnya di Bank Aceh sebagai staf administrasi di Bank Aceh Cabang Langsa sejak 2005 hingga 2008.

Selanjutnya, pada 2009, Muhammad Syah, yang menamatkan pendidikan SD, SMP, dan SMA di Meureudu itu, ditugaskan menjadi Kepala Seksi (Kasi) Umum Cabang Blangkejeren.

Pada tahun 2012, kembali dipindahkan tugas ke Simpang Empat Upah, Kabupaten Aceh Tamiang sebagai Kepala Cabang Pembantu.

Dua tahun kemudian, yakni tahun 2014, sosok yang pernah menempuh pendidikan di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) itu, pindah tugas lagi ke Panton Labu sebagai Kepala Cabang Pembantu. Dan setahun kemudian, Muhammad Syah dipercaya sebagai Pemimpin Bank Aceh Cabang di Jeuram.

Karir panjangnya sebagai Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah dilalui Muhammad Syah di Kualasimpang selama 7 tahun, sejak 2016.

Saat berlangsung pemilihan Dirut Bank Aceh Syariah tahap pertama, yang dimulai sejak Mei hingga Oktober 2022 lalu, Muhammad Syah masih fokus memimpin Bank Aceh Syariah Cabang Kualasimpang, salah satunya mengurus penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sampai Desember 2022, jajaran Direksi Bank Aceh Syariah (BAS) di bawah pengawalan Iskandar selaku Pimpinan Divisi UMKM terus fokus melakukan pembinaan dan pemantauan hingga plafon KUR sebesar Rp25 miliar selesai dituntaskan sebelum 15 Desember 2022.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Direktur Operasioal Lazuardi yang ditemani Abdul Rafur, Project Mangemet Officer Bank Aceh Syariah juga turun gunung untuk memastikan seluruh Pimpinan Bank Aceh Syariah di daerah-daerah bergerak seirama untuk kerja-kerja Bank Aceh Syariah dalam berbagai aspek kunci, termasuk Muhammad Syah selaku Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Kualasimpang.

Pada saat yang sama, takdir pemilihan Dirut Bank Aceh Syariah berubah. Pj Gubernur Aceh menyatakan pemilihan Dirut Bank Aceh tahap dua dilakukan secara terbuka untuk semua.

Hal itu lakukan karena tanggal 12 Oktober 2022, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui suratnya menyatakan dua calon yang ada tidak memenuhi syarat sebagai Direktur Bank Aceh Syariat.

Muhammad Syah dalam kariernya di Bank Aceh sudah pernah bekerja di Langsa, Blangkejeren, Jeuram, Simpang Empat Upah, dan terakhir di Kualasimpang, menjadi salah satu dari 13 nama yang ikut mendaftar sejak 01 s/d 14 November 2022.

Nama alumnus S2 Universitas Syah Kuala itu kembali masuk dalam daftar 6 nama yang oleh KRN dinyatakan lulus verifikasi. Saingannya semakin berat secara internal karena nama-nama lain, bahkan nama-nama dari jajaran direksi juga masuk. 

Tanggal 29 November 2022 mejadi tanggal yang mendebarkan bagi ke 6 nama. LPPI ternyata hanya merekomendasikan 3 nama yang layak menjadi calon Dirut Bank Aceh Syariah, salah satunya adalah Muhammad Syah.

Suasana pemilihan Dirut Bank Aceh Syariah semakin mendebarkan. Berbagai isu dan rumor ikut meramaikan perjalanan proses pemilihan Dirut Bank Aceh Syariah.

Tanggal 19 November 2022, Plt Dirut Bank Aceh Syariah mengirim 2 nama yang dipilih Pj Gubernur Aceh pada 05 Desember 2022 untuk mengikuti fit and proper test, pada Senin 09 Januari 2023, yaitu Nana Hendriana dan Muhammad Syah.


Dan selanjutnya tanggal 14 Februari 2023, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan keputusannya, "Muhammad Syah disetujui sebagai Dirut Bank Aceh Syariah, yang akhirnya ditetapkan dalam RUPS, pada Kamis 09 Maret 2023.

Sementara itu, Dirut Bank Aceh Syariah yang baru, Muhammad Syah, pada acara silaturahmi dengan jajaran Pimpinan dan Direksi Bank Aceh yang turut dihadiri puluhan awak media,  bertempat di Gedung Learning Centre Bank Aceh, kawasan Blower, Banda Aceh, pada Rabu 15 Maret 2023 lalu, menyampaikan ajakan kepada para awak media agar mendukung Bank Aceh untuk terus berkembang lewat good issue agar Bank Aceh Syariah ini bisa sejajar dengan Bank Nasional lainnya.

"Berbagai upaya terus kita lakukan bersama senior-senior saya dalam manajemen Bank Aceh. Insya Allah paling lambat akhir tahun ini telah menjadi Bank Devisa," ujar Muhammad Syah.

Muhammad Syah juga meminta awak media agar lebih erat lagi bersinergi dengan Bank Aceh dalam upaya menghadapi tantangan digitalisasi perbankan di Indonesia. Dia menyebutkan, industri perbankan tidak mampu jalan sendiri tanpa didukung oleh unsur media dan stakeholder lainnya.

"Saya tergolong muda usia dan juga muda pengalaman, mohon kritik membangun agar bank ini lebih maju," kata Muhammad Syah yang saat itu didampingi oleh Direktur Kepatuhan Yusmal Diansyah, Pemimpin Devisi Sekretaris Perusahaan Bank Aceh, Said Zainal Arifin, dan Humas Bank Aceh, Ziad Farhat.[*/Red]



 

Komentar

Tampilkan

Terkini