-->

Jubir Menhan Pastikan Penambahan Kodam Sudah Dipertimbangkan Matang

21 Mei, 2023, 21.08 WIB Last Updated 2023-05-21T14:11:13Z

Juru bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak.
 (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)

LINTAS ATJEH | JAKARTA - Juru Bicara Menteri  Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan rencana penambahan komando daerah militer (kodam) sudah dipikirkan matang-matang. 

Menurut dia, kodam merupakan bagian penting dari doktrin pertahanan rakyat semesta.

"Penambahan kodam penting dan bagian dari doktrin pertahanan rakyat semesta," ujar Dahnil, Minggu (21/05/2023).

Dahnil mengatakan kehadiran dan penguatan komando teritorial sangat penting di tengah upaya memperkuat pertahanan Indonesia.

"Ditambah lagi komando teritorial adalah bagian penting dari konsepsi pertahanan rakyat semesta," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari menerangkan rencana penambahan kodam di tiap provinsi sedang berproses di Mabes TNI.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

"Untuk rencana Kodam di tiap provinsi, TNI AD sudah bersurat ke Mabes TNI. Sekarang prosesnya ada di Mabes TNI," kata Hamim.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengkritik rencana penambahan kodam di tiap provinsi padahal Indonesia sedang tidak lagi berperang.

Hal itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan di acara Peluncuran Buku di Hari Jadi ke-58 Lemhanas RI Tahun 2023, Sabtu (20/05/2023).

"Katanya mau dibuat di tiap tempat, kodam, pak sudah lah dulu pak. Ini enggak ada perang, satu. Kedua, apa kita juga mau perang?" ujar Megawati.

Pada awal 2023 lalu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Dudung Abdurachman mengusulkan ada kodam di tiap provinsi. Saat ini, total kodam di seluruh wilayah Indonesia ada 15.

Dudung mengklaim Panglima TNI telah menyetujui usulnya. Namun, belakangan TNI berencana akan menambah satu kodam terlebih dahulu.

Saat ini rencana penambahan kodam baru masih dalam pembahasan di Mabes TNI.[cnnindonesia.com]


Komentar

Tampilkan

Terkini