-->

Minimnya Peran Pemerintah Aceh dalam Memaksimalkan Sektor Ekonomi Kelautan dan Perikanan

02 Mei, 2023, 14.13 WIB Last Updated 2023-05-02T07:13:59Z
SEKTOR KELAUTAN dan perikanan merupakan salah satu sektor ekonomi yang memiliki peranan dalam pembangunan ekonomi nasional, khususnya dalam penyediaan bahan pangan protein, perolehan devisa, dan penyediaan lapangan pekerjaan. Pada saat krisis ekonomi, peranan sektor perikanan semakin signifikan, terutama dalam hal mendatangkan devisa. Akan tetapi ironisnya, sektor perikanan selama ini belum mendapat perhatian yang serius dari pemerintah dan kalangan pengusaha, padahal bila sektor perikanan dikelola secara serius akan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi nasional serta dapat mengentaskan kemiskinan masyarakat Indonesia terutama masyarakat nelayan dan petani ikan (Mulyadi, 2005 :15).

Aceh merupakan provinsi yang memiliki kondisi geografis yang sangat strategis, dimana secara geografis provinsi Aceh  terletak pada 20 – 60 LU dan 950 – 980 BT. Berbatasan (laut) dengan India, Myanmar, Thailand, dan Malaysia. Aceh juga merupakan pintu masuk arah barat negara republik Indonesia, pada masa lalu Aceh merupakan pintu gerbang lalu lintas perniagaan dan kebudayaan yang menghubungkan Timur dan Barat. Kondisi ini membuat Aceh memiliki potensi yang sangat besar dalam sektor kelautan dan perikanan baik secara alamiah maupun ekonomi.

Aceh sangat kaya akan potensi sumber daya kelautan dan perikanan. Luas daratan Provinsi Aceh sebesar 57.365,67 km2 , sedangkan luas perairannya mencapai 295.370 km2 yang terdiri dari 56.563 km2 berupa perairan teritorial dan kepulauan serta 238.807 km2 berupa perairan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE), dengan panjang garis pantai mencapai 2.666,3 km. Panjangnya garis pantai dan luas lautan Aceh menyimpan potensi perikanan yang sangat menjanjikan, Potensi perikanan tangkap Aceh per tahun itu mencapai 180.000 ton. 

Peran Pemerintah Aceh dalam sektor lelautan dan perikanan

Upaya pemerintah Aceh untuk membangun ekonomi masyarakat lokal melalui sektor kelautan perikanan dapat di lihat dari adanya peran dinas kelautan dan perikanan di lingkungan nelayan dan kebijakan-kebijakan terkait pemberdayaan sumber daya perikanan yang ada di Aceh. Secara geografis Aceh memiliki bentangan alam yang sangat luas dan lautan yang kaya akan keberagaman jenis biota laut, dan kebanyakan masyarakat Aceh berprofesi sebagai nelayan. sektor perikanan di Aceh merupakan sektor yang sangat perlu di perhatikan, hal ini di karenakan banyaknya masyarakat yang merasakan dampak dari sektor kelautan dan perikanan.

Pengembangan sektor perikanan sendiri belum terlalu berdampak pada kesejahteraan nelayan, hal ini dapat dilihat dari masih banyaknya nelayan di Aceh yang berada dibawah garis kemiskinan, ada beberapa faktor yang menyebabkan masalah ini terjadi, salah satunya ialah kurangnya perhatian pemerintah Aceh terhadap keresahan para nelayan kecil akan keterlibatan kapal-kapal besar yang menangkap ikan dalam skala besar-besaran, yang berpengaruh terhadap berkurangnya ikan yang dapat diperoleh para nelayan kecil, sehingga berpengaruh pada pendapatan nelayan yang menggunakan peralatan seadanya saat menangkap ikan.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Faktor kedua ialah kurangnya peran pemerintah terhadap pemberian modal kepada nelayan-nelayan kecil, hal ini dapat dilihat dari kurangnya dekugan pemerintah terhadap para nelayan kecil, dimana para nelayan kecil masih menggunakan peralatan seadanya untuk menangkap ikan, sehingga para nelayan kecil kalah saing dengan para nelayan besar yang memiliki modal yang lebih besar dan mengunakan kapal-kapal yang memiliki kapasitas yang lebih besar serta pralatan yang memadai saat menangkap ikan. Dukungan pemerintah Aceh dalam sektor pemberian fasilitas yang lebih baik (boat, jala, BBM)  pada nelayan tentu dapat berpengaruh pada ekonomi menengah kebawah dan beberapa sektor  UMKM lainnya.

Adapun sektor kelautan yang memiliki potensi peningkatan ekonomi yang sangat besar pada era globalisasi di Aceh ialah pemberdayaan KAPET (Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu), dibukanya kembali pelabuhan bebas Sabang, dan berbagai peluang di era globalisasi. Dengan adanya fasilitas sarana dan prasarana, tingginya potensi komoditas kelautan dan perikanan, serta dukungan dari pemerintah membuat Aceh berpotensi untuk berkembang dan layak menjadi tempat berinvestasi. Dengan adanya dukungan pemerintah terkait KAPET dapat dipastikan pendapatan asli daerah Aceh akan meningkat serta menarik para investor untuk berinvestasi di Aceh, dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.

Penulis: Muhammad Asrul (Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala)
Komentar

Tampilkan

Terkini