-->








PSGA Gelar Pelatihan Penyusunan RPS Responsif Gender UIN Ar-Raniry

22 Februari, 2024, 09.16 WIB Last Updated 2024-02-22T02:16:02Z
PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) UIN Ar-Raniry pada Selasa (20/02/24)  menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Responsif Gender. Kegiatan yang dilaksanakan supaya menghadirkan pembelajaran yang berbasis gender di ruang kuliah ini berlangsung di ruang pertemuan LP2M UIN Ar-Raniry.

Pada kegiatan pelatihan ini, PSGA menghadirkan tiga orang narasumber yang memberikan materi kegiatan pelatihan yaitu Dr. Nurjannah Ismail, M.Ag. dan Dr. Rasyidah, M.Ag. yang keduanya merupakan dosen tetap UIN Ar-Raniry serta Dr. Iklilah Muzayyanah Dini Fajriyah dari Universitas Indonesia sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang berlangsung mulai dari pukul 09.00-17.00 ini dan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari dosen perempuan dan laki-laki, perwakilan dari seluruh fakultas yang ada di lingkungan UIN Ar-Raniry. Meskipun agenda kegiatan padat para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Kepala PSGA Dr. Nashriyah membuka acara Pelatihan Kegiatan Penyusunan RPS Responsif Gender. Kepala PSGA berharap kegiatan penyusunan ini mampu meningkatkan proses pembelajaran baik dosen maupun mahasiswa/i yang berbasis responsif gender. 

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM 

Nurjannah sebagai narasumber memaparkan tentang konsep gender dalm Islam. Al-Qur’an sudah menyebutkan tentang gender dan seks yang dimana gender dalam Al-Qur’an yang disebut dengan rijal dan nisa’ sedangkan seks disebut dengan zakar dan untsa. Perlu kita ketahui bahwa Islam tidak melarang menjadi pemimpin yang penting ada kemampuan.

Dilanjut oleh Rasyidah, konsulta PSGA ini membahas pentingnya RPS responsif gender demi upaya kesetaraan dan keadilan gender. Beliau menelusuri apa saja metode pembelajaran yang mudah untuk laku-laki dan perempuan. Untuk RPS perlu upaya affirmatif action sebuah tindakan khusus yang melatih mahasiswa/i dalam proses belajar mengajar.

Selanjutnya Iklilah menambahkan pentingnya sebagai dosen untuk membuat kurikulum yang berbasis responsif gender. Dalam pembuatan RPS harus konsisten sehingga terciptanya suasana diskusi belajar mengajar yang baik. Iklilah juga memaparkan beberapa point penting yang kiranya menjadi panduan untuk penyusunan-penyusunan RPS.

Penulis: Mutmainnah (Staff Magang Pusat Studi Gender dan Anak UIN Ar-Raniry Banda Aceh)
Komentar

Tampilkan

Terkini