-->








Pengembangan Destinasi Wisata dpalam Kacamata Kapitalis

10 Mei, 2024, 16.55 WIB Last Updated 2024-05-10T09:55:39Z
PARIWISATA adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan perjalanan untuk menikmati objek dan daya tarik wisata, termasuk pengusahaan, serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut.

Perkembangan pariwisata di Indonesia sekarang ini makin pesat. Sektor ini menjanjikan dan memberikan manfaat kepada banyak pihak.

Maka pemerintah Indonesia berusaha untuk mempromosikan pariwisata Indonesia bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal inipun berlaku di setiap daerah, tidak terkecuali di wilayah Kalimantan Timur.

Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur menggelar acara “Bincang-bincang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif” dengan tema “Destinasi Berkualitas” di Cafe 77, Jalan Pipit Kota Samarinda, Jum’at (3/5/2024).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, perkembangan ekonomi dan infrastruktur di wilayah Kaltim telah memberikan dampak positif pada sektor pariwisata.

Salah satu fokus utama dalam acara ini adalah pentingnya pengembangan infrastruktur pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, termasuk pembangunan sarana dan prasarana yang memperhatikan kebutuhan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat setempat. (sumber baca disini)

Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana di Samarinda menuturkan, dibandingkan dengan Februari 2023, kunjungan wisman mengalami peningkatan secara signifikan yaitu dari 33 kunjungan wisman menjadi 471 kunjungan wisman atau mengalami peningkatan sebesar 1.327,27 persen.

Tak dapat dipungkiri, tempat wisata menjadi tujuan masyarakat setelah kepenatan yang dilalui setiap hari. Entah itu pekerja, ibu rumah tangga, bahkan anak-anak sekalipun membutuhkan tempat bersantai atau healing.

Pariwisata sendiri termasuk industri jasa, mulai dari angkutan, jasa keramahan, tempat tinggal, makanan, minuman dan jasa bersangkutan lainnya. Selain itu, bisnis ini juga menawarkan tempat istirahat, budaya, pelarian, petualangan, pengalaman baru dan berbeda lainnya.

Keuntungan dan Kerugian Sektor Pariwisata

Banyak negara bergantung dari industri pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang menjual jasa kepada wisatawan.  Pengembangan industri pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada orang setempat.

Seiring waktu, pengembangan wisata yang tadinya hanya untuk tempat rekreasi, telah menjadi sumber pendapatan. Faktanya, sebuah destinasi wisata tidak ideal jika hanya berdiri sendiri. Banyak instrumen pendukung didalamnya seperti tempat penginapan, transportasi, penjual makanan dan minuman dan lain-lainnya. Maka daerah wisata yang tadinya dikelola oleh kelompok atau masyarakat sekitar, kini dilirik oleh pemerintah setempat untuk menambah pendapat daerah.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM 

Pada setiap aktifitasnya, konsep sistem kapitalis sekuler selalu mengedepankan kenyamanan dan tentunya keuntungan, tidak terkecuali pada sektor pariwisata ini.

Melihat minat masyarakat terhadap dunia wisata, entah wisata kuliner, wisata alam, wisata bahari, wisata buatan, wisata agama dan lain-lainnya, membuka peluang bagi mereka untuk menghasilkan cuan, selain kesenangan tentunya.

Hal ini tentu tidak dilarang selagi tidak merugikan masyarakat. Namun yang perlu diperhatikan selain segi kenyamanan adalah keamanan dan keselamatan para wisatawan. Namun kadang, karena orientasi keuntungan yang dikedepankan justru melalaikan keselamatan akibat sarana yang kurang memadai.

Walau diklaim sektor yang identik dengan senang-senang ini menambah pendapatan asli daerah (PAD), tak kalah penting harus diperhatikan adalah dampak dari maraknya tempat wisata. Pengaruh liberalisasi pergaulan yang ditularkan akibat banyaknya pendatang dari kota. Nilai-nilai yang tertanam pada masyarakat setempat akan bergeser dengan gaya hidup bebas. Belum lagi unsur kesyirikan dan pendangkalan akidah bakal menambah masalah jika tidak dipersiapkan dengan matang.

Pariwisata dalam Pandangan Islam

Aktivitas pariwisata dalam pandangan islam mengandung nilai-nilai keimanan, ketauhidan, serta ketakwaan kepada sang pencipta. yang telah memberikan keindahan baik di darat maupun di laut, dan dari segala keindahan tersebut itu merupakan karunia dari sang pencipta yang harus disyukuri.

Pariwisata dalam Islam tidak ada unsur bisnis apalah lagi dijadikan tempat maksiat.
Pariwisata hanya sebagai wasilah untuk meningkatkan keimanan kita disaat kita menyaksikan alam yang indah serta memunculkan rasa kagum pada ciptaan Allah SWT, serta ketaatan pada sang pencipta.

Banyak ayat dalam Al Qur'an yang menjelaskan tentang proses penciptaan bumi, langit, gunung, laut serta segala sesuatu yang memiliki keindahan agar manusia mau berfikir tentang kekuasaan Allah SWT.

Salah satu firman Allah SWT dalam Al Qur'an menyebutkan yang artinya: "Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kukuh agar dia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk."(QS. Al-Anbiya [21]: 31)

Di dalam Islam,  sektor jasa ini tidak dijadikan sumber pendapatan negara, sebab pendapatan telah diambil dari zakat dari setiap individu kaum muslim. Selain itu kas negara juga terpenuhi dari sumber daya alam yang dikelola oleh negara. 

Maka mengandalkan industri jasa refreshing ini untuk mendongkrak perekonomian daerah perlu ditelisik lebih jauh, mengingat banyak konsekuensi yang harus ditanggung oleh masyarakat dalam tanda kutip.

Tempat rekreasi atau hiburan adalah anugrah dari Allah SWT yang boleh dinikmati. Tugas kita adalah merawat dan menjaga kelestariannya untuk dinikmati bersama, tidak bertujuan untuk mencari keuntungan semata.

Wallahu a'lam bisshowab

Penulis: Hafsah (Pemerhati Masalah Umat)
Komentar

Tampilkan

Terkini