-->








Di Tangan Presiden, Ketegasan Menjadi Perlindungan bagi Rakyat

31 Agustus, 2025, 07.04 WIB Last Updated 2025-08-31T00:04:11Z
LINTAS ATJEH | JAKARTA - Terkait situasi nasional yang memanas dan ramai aksi anarkis dan penjarahan dampak aksi massa menuntut pembubaran DPR, berikut keputusan Presiden Prabowo Subianto yang dilansir dari postingan akun TikTok @noel.kecil, Minggu (31/08/2025).

Berikut postingan lengkapnya:

Di tengah gelombang keresahan dan kerusuhan yang melanda negeri, keputusan Presiden Prabowo untuk memanggil Panglima TNI dan Kapolri lalu memerintahkan tindakan tegas terhadap massa anarkis patut diapresiasi. Langkah ini bukan sekadar instruksi kekuasaan, melainkan pernyataan kuat bahwa negara hadir — hadir untuk menjaga ketertiban, melindungi rakyat, serta menegakkan keadilan yang terukur.

Apresiasi layak diberikan karena presiden menempatkan prinsip hak asasi manusia sebagai bingkai utama. Tegas, namun tidak liar; keras, namun tetap berada dalam koridor hukum. Dalam bahasa filosofis, tindakan ini mencerminkan keseimbangan antara nomos (aturan hukum) dan ethos (moralitas perlindungan manusia). Negara berhak menindak mereka yang melanggar hukum, tetapi negara juga berkewajiban menjamin hak-hak rakyat yang tidak bersalah, yang jauh lebih banyak jumlahnya. Inilah wajah human security: rakyat yang ingin bekerja, beribadah, belajar, dan pulang ke rumah dengan selamat, tidak boleh menjadi korban teror kolektif atas nama protes.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Kita perlu mengingat, kerusuhan yang meluas bukan lagi wujud aspirasi, melainkan anarki yang menggerogoti kebebasan publik lainnya. Apabila negara diam, maka hak asasi warga yang damai akan terinjak oleh kesewenang-wenangan massa. Karena itu, langkah presiden adalah bentuk nyata kehadiran negara: melindungi yang lemah dari tirani jalanan, menjaga demokrasi dari topeng kekerasan.

Lebih jauh, keputusan ini penting untuk mencegah hancurnya fasilitas negara/pemerintahan, terutama instalasi kepolisian. Bukan sekadar gedung, melainkan tempat di mana terdapat persenjataan dan amunisi yang jika jatuh ke tangan yang salah dapat berubah menjadi ancaman mematikan. Terutama markas Brimob, yang menyimpan persenjataan strategis. Kerusakan fasilitas bukan hanya kerugian material, melainkan risiko nyata bagi keselamatan warga sekitar.

Maka, apresiasi kita kepada Presiden adalah apresiasi atas keberanian moral: menjaga hukum tanpa kehilangan rasa kemanusiaan. Langkah ini adalah jembatan antara keamanan dan kebebasan, antara kekuasaan dan perlindungan, antara ketegasan negara dan hak asasi rakyatnya. Dalam saat genting, negara harus hadir. Dan kehadiran itu kini telah ditegakkan.

Terimakasih Presiden.[Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini