-->








Nelayan Lhok Layeun Ikuti Workshop Teknik Pemasangan dan Pengoperasian Underwater LED di Atas Bagan

24 Agustus, 2025, 17.17 WIB Last Updated 2025-08-24T10:17:19Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Sehari setelah mempelajari pembuatan rancang bangun lampu underwater LED, nelayan bagan perahu di Lhok Layeun kembali mengikuti kegiatan lanjutan berupa Workshop Pelatihan dan Pendampingan Teknik Pemasangan Underwater LED Hemat Energi dan Cara Pengoperasiannya. Pelatihan ini dilaksanakan pada Minggu (24/8) mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat langsung di atas bagan perahu milik nelayan.

Kegiatan dipandu oleh Ketua Tim Pengabdian sekaligus dosen Program Studi PSP Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK), Ricky Winrison Fuah, S.Pi., M.Si. Dalam sesi lapangan tersebut, para nelayan diberikan arahan teknis terkait cara pemasangan LED di perairan, posisi ideal lampu untuk menarik ikan, hingga metode pengoperasian hemat energi namun tetap efektif.

Tim pengabdian ini turut melibatkan dua dosen anggota, yakni M. Riswan, S.Pi., M.Si., dan Imelda Agustina, S.Pd., M.Si., serta tiga mahasiswa PSP yang mendampingi nelayan selama praktik lapangan.

Panglima Laot Lhok Layeun menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan. “Setelah bisa merakit, nelayan perlu tahu bagaimana cara memasang dan mengoperasikan LED ini dengan benar di laut. Dengan begitu manfaatnya bisa langsung dirasakan,” ujarnya.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Sementara itu, Koordinator Prodi PSP FKP USK, Alvi Rahmah, S.Pi., M.Si., menilai pelatihan lapangan di atas bagan memberikan pengalaman nyata bagi nelayan. “Pendampingan seperti ini membuat transfer teknologi lebih efektif, karena nelayan langsung melihat hasilnya di tempat mereka bekerja sehari-hari,” jelasnya.

Para nelayan terlihat antusias mengikuti praktik. Mereka mencoba langsung proses pemasangan LED di jaring bagan serta menguji efektivitas cahaya dalam menarik ikan. Usai kegiatan, tim pengabdian juga menghimpun testimoni dari peserta. Sebagian besar nelayan menyatakan puas karena teknologi ini dinilai hemat energi, mudah diterapkan, serta berpotensi menambah hasil tangkapan.

Ridwan (32), salah satu nelayan muda peserta workshop, mengaku merasakan manfaat nyata dari teknologi tersebut. “Tadi kami mencoba pasang LED di bagan, cahayanya terang sekali tapi tidak makan banyak daya. Kalau dipakai terus, pasti bisa mengurangi biaya operasional. Kami berharap teknologi ini bisa terus dikembangkan untuk nelayan,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) BIMA, dengan tujuan memperkuat kapasitas nelayan tradisional melalui penerapan teknologi tepat guna.[*/Eed]
Komentar

Tampilkan

Terkini