-->








Kolaborasi Universitas Teuku Umar dan Desa Purwosari Perkuat Ketahanan Pangan

12 September, 2025, 17.18 WIB Last Updated 2025-09-12T10:18:27Z
LINTAS ATJEH | BANDA ACEH - Universitas Teuku Umar (UTU) melalui Inkubator Bisnis Teuku Umar (IBT) bersama Pemerintah Desa Purwosari melaksanakan kegiatan kolaborasi dan kemitraan, Kamis, 11 September 2025 pukul 08.00-12.30 WIB,  berlangsung di Balai Desa Purwosari dengan tema “Penguatan Ketahanan Pangan Desa melalui Kolaborasi dan Kemitraan Universitas Teuku Umar di Desa Purwosari Kabupaten Nagan Raya”.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi Jumat, 12 September 2025, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara universitas, desa, dan dinas terkait dalam membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat. Selain menjembatani desa dengan perguruan tinggi, kegiatan ini juga memperkuat akses desa terhadap dukungan dari berbagai dinas di Kabupaten Nagan Raya.

Acara turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Kasi Pemberdayaan Kecamatan Kuala Pesisir, Marjuna dari Dinas Pertanian dan Peternakan, Misriani dari DKPP (Dinas Kelautan Perikanan dan Pangan), Penyuluh Pertanian Desa Purwosari, dan Rindiani Fitri dari Disperindagkop.

Kemudian para Dosen IBT diantaranya Dr. Mardaleta, S.E., M.Kes, Ranita Suri Dewi, S.Gz., M.Gz, Salma Alfina Putri Nada, S.Gz., M.K.M, Tya Ulfah, S.Pd., Gr., MIE., M.T serta Dr. Dewi Fitrhria, SP., MP, Keuchik Desa Purwosari, Sekretaris Desa, beserta aparatur desa, perwakilan dari Bank Mustaqim sebagai pemateri.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh MC Aizzil Raissa Djamalillail, dilanjutkan sambutan dari Dosen Pendamping PPK Ormawa Himakesmas, Keuchik Desa Purwosari, perwakilan Camat Kuala Pesisir, dan IBT UTU. 

Dalam sambutannya, Dosen Pendamping PPK Ormawa Himakesmas menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi Universitas Teuku Umar dalam mendukung pembangunan desa. 

“Mahasiswa belajar langsung di tengah masyarakat, dan masyarakat mendapatkan manfaat dari ilmu yang dibawa kampus,” ungkapnya.

Sementara itu, Keuchik Desa Purwosari memberikan apresiasi penuh. “Kami berharap kerja sama dengan Universitas Teuku Umar dan para mitra dapat terus berlanjut, sehingga masyarakat Purwosari semakin mandiri, khususnya dalam bidang pangan,” katanya.

Pada sesi inti, Dr. Mardaleta, S.E., M.Kes selaku perwakilan IBT UTU memaparkan materi terkait peran Inkubator Bisnis Teuku Umar dalam mendukung lahirnya inovasi dan kewirausahaan desa.

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM

Ia menekankan pentingnya pendampingan bisnis, penguatan kapasitas masyarakat, serta peluang kemitraan yang dapat menjadikan Purwosari sebagai desa percontohan dalam penguatan ketahanan pangan berbasis ekonomi kreatif.

Selain itu, Tim Pelaksana PPK Ormawa HIMAKESMAS FIK UTU turut menyampaikan program unggulan yang diusung, yaitu:

Program SEHATI (Integrated Farming): penguatan kebun sehat desa dengan integrasi pertanian, perikanan, dan peternakan.

Program SEHATKAN (Pengelolaan Sampah Berkelanjutan): pengolahan sampah rumah tangga menjadi produk bermanfaat seperti eco-enzyme, biopori, dan komposter.

Program MARTABAT (Pemberdayaan Lansia dan UMKM Desa): pendampingan pembuatan jamu tradisional “Rempahtic” sebagai produk unggulan desa.

Ketiga, program ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam membangun ketahanan pangan desa yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.

Perwakilan Bank Mustaqim juga menekankan pentingnya akses permodalan dan pendampingan UMKM desa, yang menjadi penguat dari strategi pengembangan usaha masyarakat Purwosari.

Di akhir acara, pihak IBT UTU menyampaikan harapan agar sinergi ini menjadi role model kolaborasi kampus–desa–dinas dalam memperkuat ketahanan pangan dan membangun kemandirian desa di Kabupaten Nagan Raya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi aksi nyata Tim Pelaksana PPK Ormawa HIMAKESMAS FIK UTU dalam memastikan keberlanjutan program. Melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan, Desa Purwosari akan terus didampingi oleh ORMAWA, Universitas Teuku Umar, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Nagan Raya hingga terwujud masyarakat dengan sumber daya manusia yang berdaya dan mampu mencapai ketahanan pangan mandiri.
Pemerintah Desa Purwosari turut mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini dengan menyediakan fasilitas balai desa, sound system, proyektor, dan sarana lain demi kelancaran acara. Acara ditutup dengan doa dipimpin oleh Muhammad Al-Faqih.[*/Red]
Komentar

Tampilkan

Terkini