![]() |
| Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang M. Prawira Haji, S.Psi bersama drh. Eka Janni Haqqawiy melakukan edukasi ke peternak ayam petelur. |
LINTAS ATJEH | ACEH TAMIANG - DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang terus menunjukkan komitmennya dalam sektor peternakan, khususnya usaha ayam petelur, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Dalam rangka memperkuat kapasitas, Tim Ahli dari DPD Tani Merdeka Aceh Tamiang melakukan kunjungan lapangan ke Peternakan Ayam Petelur bersama Drh. Eka Janni Haqqawiy, seorang praktisi dan dokter hewan yang telah berpengalaman di bidang peternakan dengan 2 juta ekor berjalan.
Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sosialisasi manajemen kandang, pakan, kesehatan hewan, serta sistem pemasaran telur secara berkelanjutan. Peternakan ayam petelur di Aceh Tamiang ini dikenal sebagai salah satu contoh sukses pengelolaan ayam petelur skala menengah yang berbasis pada prinsip biosekuriti dan efisiensi produksi.
Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, S.Psi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi fasilitator dan pendamping bagi desa-desa yang ingin memulai usaha peternakan ayam petelur.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
“Kita membuka peluang kerja sama dengan BUMDES dan KOPDES. Budgeting mulai 100 juta saja, kita akan dampingi secara teknis dan manajerial,” ungkapnya dengan optimis.
"Kami menilai usaha ayam petelur sangat potensial karena permintaan pasar terhadap telur konsumsi cenderung stabil, bahkan meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi. Melalui sinergi antara kelompok tani, BUMDES, dan koperasi desa (KOPDES), diharapkan akan tercipta ekosistem usaha berbasis pertanian dan peternakan yang mandiri dan berkelanjutan," imbuh Haji.
Selain itu, kata dia, proyek ini juga ditargetkan dapat menciptakan lapangan kerja baru di tingkat desa, mengurangi angka pengangguran, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program pengembangan usaha produktif desa yang digagas oleh Tani Merdeka, dengan semangat kemandirian dan kolaborasi antar pemangku kepentingan di tingkat lokal," tutup Ketua Tani Merdeka Aceh Tamiang, Prawira Haji.[Guz]



.jpg)





