Kedatangan Direktur PTPN IV PalmCo bersama Andy F. Noya yang merupakan seorang wartawan senior sekaligus Founder Benihbaik.com ke lokasi penampungan korban bencana alam itu didampingi oleh Region Head PTPN IV Regional 6 dan Wakil Bupati Aceh Tamiang.
Huntara yang mereka kunjungi dibangun oleh Danantara, sebuah kolaborasi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Selain menjadi tempat tinggal sementara, kawasan itu juga menampung berbagai aktivitas sosial, termasuk sekolah alam yang diinisiasi relawan dan komunitas pendidikan.
Dalam kunjungan tersebut, Andi F. Noya berjalan menyusuri huntara dan berbincang dengan warga serta menyapa anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar. Ia menyebut kehadirannya sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemulihan sosial pasca bencana, yang menurutnya tidak berhenti pada pembangunan fisik semata.
“Saya datang untuk melihat langsung sekolah alam yang tumbuh di sini. Di tengah kondisi yang terbatas, anak-anak tetap membutuhkan ruang belajar. Pendidikan adalah cara paling sederhana untuk menjaga harapan,” kata Andi F. Noya dalam sambutannya.
Menurutnya, sekolah alam di kawasan huntara mencerminkan daya tahan masyarakat dalam menghadapi krisis. Bencana sering kali meruntuhkan lebih dari sekadar bangunan. Bencana juga menggerus rasa aman dan masa depan.
"Di titik itulah, kehadiran ruang belajar menjadi penting sebagai simbol keberlanjutan kehidupan," ungkapan Andy.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA LINTASATJEH.COM
“Kami berterima kasih kepada PTPN IV Regional 6 yang telah banyak membantu masyarakat seperti salah satunya memberikan lahan HGU untuk hunian sementara dan hunian tetap yang akan dibangun. Ini adalah bentuk kepedulian yang nyata,” ujar Ismail.
Ia mengakui bahwa proses pemulihan pascabencana masih menyisakan banyak pekerjaan. Pemerintah Daerah akan terus berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap agar warga tidak terlalu lama tinggal di huntara.
“Kami meminta masyarakat untuk tetap sabar, ikhlas dan tawakal menghadapi cobaan ini. Pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak,” kata Ismail.
Direktur PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santoso menyatakan bahwa keterlibatan perusahaan dalam pembangunan huntara merupakan bagian dari tanggung jawab sosial BUMN. Ia menegaskan bahwa PTPN IV akan terus terlibat dalam upaya pemulihan masyarakat terdampak.
“Kami akan terus bergerak membantu masyarakat yang terdampak bencana. Upaya ini tidak berhenti pada penyediaan lahan, tetapi juga pada dukungan jangka panjang,” papar Jatmiko.
Ia menjelaskan, penanganan pasca bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, BUMN, relawan, hingga masyarakat. Tanpa kerja sama, proses pemulihan berisiko berjalan lambat dan tidak merata. [Sm]

